Harga Emas Meroket Rp80 Ribu, Tembus Rekor Baru

  • 23 Jan 2026 08:55 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pasar logam mulia domestik dikejutkan dengan lonjakan tajam pada perdagangan hari ini, Jumat, 23 Januari 2026. Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan kenaikan fantastis sebesar Rp80.000 per gram.

Dengan lonjakan ini, harga emas Antam kini bertengger di level Rp2.790.000 per gram, sebuah angka yang memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah perdagangan emas di Indonesia.

Kenaikan signifikan ini juga berdampak pada harga pembelian kembali atau buyback yang ikut terkerek ke posisi Rp2.635.000 per gram. Melambungnya harga emas di pasar domestik merupakan respon langsung terhadap dinamika pasar global yang kian memanas.

Di bursa internasional, emas spot (XAU/USD) bergerak agresif mendekati level psikologis US$4.950 per troy ons, dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral utama dunia.

Evaluasi Kondisi Perdagangan ke Depan Mengevaluasi kondisi perdagangan ke depan, para analis memperkirakan bahwa tren "kenyataan pasar" yang sedang bullish ini belum akan mereda dalam waktu dekat.

Kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian fiskal di beberapa negara maju membuat emas semakin "kenyang" akan permintaan dari para investor institusional dan bank sentral yang terus memborong cadangan logam mulia.

Secara teknikal, emas diprediksi akan mencoba menembus level resistensi baru di angka US$5.000 per troy ons sebelum akhir kuartal pertama 2026. Jika tren ini berlanjut, harga emas dalam negeri berpotensi melaju ke kisaran Rp2,9 juta hingga Rp3 juta per gram. Faktor penguatan ini juga didukung oleh pelemahan indeks Dolar AS yang memberikan ruang bagi emas untuk terus bersinar sebagai aset safe haven.

Namun, investor tetap diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi jangka pendek. Mengingat kenaikan hari ini yang sangat drastis (Rp80.000), aksi ambil untung (profit taking) oleh para spekulan mungkin akan terjadi pada awal pekan depan.

Oleh karena itu, bagi investor ritel, sangat disarankan untuk melakukan strategi akumulasi bertahap guna menjaga rata-rata harga perolehan tetap kompetitif di tengah volatilitas tinggi ini.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....