La Rinconada: Kota Tertinggi, Tantangan Kemanusiaan Ekstrem

  • 24 Mei 2025 16:41 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: La Rinconada, yang terletak di ketinggian sekitar 5.100 meter di atas permukaan laut di wilayah Puno, Peru, merupakan pemukiman permanen tertinggi di dunia. Meski berada di lingkungan yang ekstrem, kota ini dihuni oleh sekitar 30.000 hingga 50.000 orang, sebagian besar terdorong oleh harapan untuk mendapatkan emas dari tambang-tambang informal yang tersebar di sekitarnya. Pada ketinggian ekstrem 5.100 meter ini, atmosfer menipis secara signifikan dan penduduk setempat hidup dengan hanya 50% dari tingkat oksigen biasanya. Tubuh mereka telah berevolusi untuk menghasilkan sel darah dua kali lebih banyak daripada tubuh kita. Di tanah tandus ini, tidak ada satu pohon pun yang mampu bertahan karena rendahnya tekanan udara.

Dikutip dari TheCityKnows, Kehidupan di La Rinconada sangat menantang. Minimnya infrastruktur seperti air bersih, sanitasi, dan sistem pembuangan limbah menjadi persoalan serius. Penduduk mengandalkan air dari gletser terdekat yang telah tercemar aktivitas tambang. Selain itu, tekanan oksigen yang rendah akibat ketinggian ekstrem menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti penyakit Monge. Sistem kerja tambang yang dikenal sebagai "cachorreo" juga memperparah kondisi, di mana pekerja baru mendapat imbalan setelah 30 hari kerja tanpa bayaran.

Tak hanya soal kesehatan dan lingkungan, La Rinconada juga menghadapi tantangan sosial yang kompleks. Kota ini sering disebut sebagai "kota tanpa hukum" karena tingginya angka kriminalitas dan perdagangan manusia. Walaupun begitu, banyak warganya tetap bertahan, menggantungkan harapan pada keberuntungan dari hasil tambang. La Rinconada menjadi potret ketangguhan manusia, sekaligus pengingat akan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada hak asasi dan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....