Suasana Ramadan di Belfast, Irlandia Utara
- 05 Mar 2025 13:25 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Pengalaman berpuasa di negeri orang menjadi hal yang tak bisa dirasakan klen semua orang. Beruntung bagi Henny Septia Utami, dosen Bahasa Inggris di IAIN Curup yang mendapatkan kesempatan kuliah di Irlandia Utara, yang merupakan nagian dari Britania Raya.
Ia adalah peraih beasiswa S3, LPDP jalur Kementerian Agama atau disebut BIB. Puasa tahun ini merupakan pengalamannya pertamanya merasakan puasa di negara yang sangat dingin.
Menjalani kuliah di kawasan Belfast, Ibukota Irlandia Utara, suhunya mencapai 8 derajat Celsius. Cukup hangat bagi orang Irlandia namun sangat dingin bagi orang Indonesia, termasuk Curup Rejang Lebong yang suhu harian terendah hanya 23 derajat Celsius.
Ia mengakui nuansa puasa di Irlandia Utara tentu berbeda dengan Indonesia. Namun tetap merasakan suasana puasa yang nyaman dan menyenangkan.
Apalagi banyak orang Indonesia yang juga berada di Belfast, bisa membuat suasana puasa lebih Indonesia. Pada hari pertama puasa, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Belfast menggelar bazar yang menyediakan makanan dari berbagai daerah di Indonesia juga dari berbagai negara muslim.
Hasilnya, nuansa Indonesia di Belfast cukup kental. Ada nasi goreng, bakwan tekwan, es palu butung dan lainnya saat berbuka.
Kesamaan nasib membuat orang Indonesia saling berbagi dan berkumpul untuk beragam aktivitas, baik untuk tujuan penduduk dan juga sosial. Sekaligus juga untuk saling bersilaturahmi dan bertukar infromasi dan berbagi pengalaman.
"Kalau dibilang sama seperti Indonesia ya pasti beda, tapi tetap sebagai muslim tetap sangat nyaman untuk bisa berpuasa dan beribadah. Buka puasa di masjid atau di rumah, atau di tempat-tempat makan," kata Henny saat dihubungi RRI (5/3/2025).
Hari-hari lain saat tak ada bazzar, aktivitas buka puasa bisa dilakukan di gerai-gerai makanan yang ramah muslim. Seperti toko makanan dan minuman halal khas timur tengah, hingga tempat makan khas Indonesia atau negara asia lainnya.
Meskipun menjadi minoritas, fasilitas beribadah terbilang cukup bagi umat islam, terdapat tiga masjid untuk aktivitas kegamaan dan aktivitas buka puasa. Meski secara fisik tidak seperti masjid di Indonesia, namun merupakan bentuk ruang toleransi yang cukup tinggi, bagi warga negara Indonesia atau negara lainnya, untuk betah tinggal di Belfast.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....