Fokus Tingkatkan Kualitas Kopi, Bupati Kepahiang Kunjungi Temanggung
- 12 Feb 2026 19:31 WIB
- Bengkulu
RRI. CO. ID, Kepahiang : Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP melaksanakan studi kerja ke Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dan disambut langsung oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan (Agus Gondrong), Rabu (11/2/2026).
Kunjungan tersebut difokuskan pada penguatan kualitas komoditas kopi, mulai dari aspek budidaya, penanganan pascapanen, pengendalian mutu hingga pemasaran. Bupati Kepahiang bersama rombongan meninjau langsung Gapoktan Ngudi Lestari Jumo yang dinilai berhasil menerapkan pengolahan kopi secara modern dan berorientasi mutu.
Bupati menjelaskan, studi kerja ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) terkait audit sektor perkebunan kopi di Kepahiang. Dalam rekomendasi tersebut, Temanggung ditetapkan sebagai daerah percontohan pengelolaan kopi.
“Kami ingin belajar secara langsung bagaimana Temanggung membangun sistem budidaya hingga pengolahan kopi yang modern. Di Kepahiang, sebagian besar masih konvensional. Ke depan, kita akan dorong edukasi dan pendampingan agar petani beralih ke sistem yang lebih modern dan berorientasi kualitas,” ujar Bupati.
Berdasarkan data BPS 2023, luas perkebunan kopi di Kabupaten Kepahiang mencapai 26.000 hektare dengan produksi sekitar 19.000 ton per tahun. Namun, menurut Zurdi, capaian tersebut belum sebanding dengan potensi yang ada. Ia menilai produktivitas dan kualitas kopi masih perlu ditingkatkan.
Sebagai perbandingan, luas perkebunan kopi di Temanggung hanya sekitar setengah dari Kepahiang, tetapi mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dengan standar mutu yang lebih baik.
“Saya melihat kopi asalan di Temanggung saja sudah minim cacat (defect) dengan kadar air sekitar 16 persen. Di Kepahiang, standar seperti itu sudah masuk kategori kualitas super. Selain itu, di sini seluruhnya menerapkan sistem petik merah. Ini yang akan kita dorong di Kepahiang agar kualitas dan daya saing meningkat,” katanya.
Bupati optimistis, dengan perbaikan tata kelola budidaya, penerapan petik merah, peningkatan standar pascapanen, serta penguatan kontrol mutu, kopi Kepahiang mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi petani.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, studi kerja antardaerah menjadi sarana efektif untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh di Temanggung dapat diterapkan di Kepahiang dan memberi manfaat nyata bagi para petani kopi,” ujar Agus.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Kepahiang didampingi Kepala BKD Jono Antoni, Kepala Dinas Pertanian Ir. Taufik, Kepala Dinas Perdagangan dan UKM Herman Zamzari, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Irwan Alfian.