Teknologi AI dalam Berita, Sebagai Perubahan Media Digital

  • 12 Feb 2026 15:23 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Menyoroti pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), teknologi ini dinilai telah membawa perubahan besar dalam ekosistem media digital. AI kini mampu menghasilkan konten yang semakin sulit dibedakan antara fakta dan rekayasa, sehingga menuntut peningkatan kewaspadaan publik.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bengkulu, Nurlia Dewi, mengatakan bahwa kemampuan AI saat ini sudah sangat canggih hingga dapat menampilkan informasi yang tampak nyata meskipun belum tentu sesuai fakta.

Menurut Nurlia Dewi, dalam seminar nasional bertema “AI vs Manusia: Siapa yang Mengontrol Opini Publik di Era Media Digital” yang digelar Universitas Dehasen, dominasi penggunaan media sosial dibandingkan media konvensional membuat arus informasi semakin cepat menyebar. Kondisi ini berpotensi memicu terbentuknya opini publik berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Sekarang AI bisa menyerupai kejadian nyata yang beredar di media sosial. Apa yang terlihat seolah-olah benar, padahal belum tentu faktanya demikian. Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu bersama-sama mengawasi publikasi digital, apakah itu hasil rekayasa AI atau bukan,” ujarnya.

Ia menegaskan masyarakat perlu lebih bijak dalam menyaring berita digital agar tidak mudah terpengaruh oleh konten palsu. Jika menemukan informasi yang meragukan, masyarakat dianjurkan mencari klarifikasi melalui pemerintah daerah atau lembaga resmi terkait.

Meski memiliki tantangan, pemanfaatan kecerdasan buatan secara bijak diharapkan dapat menjadi alat yang mendukung penyebaran informasi yang lebih akurat, cepat, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita