Gelar Adat untuk Sembilan Tokoh Inspiratif

  • 17 Nov 2025 18:41 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Benteng – Peringatan HUT ke-57 Provinsi Bengkulu tahun ini terasa semakin bermakna dengan digelarnya Pergelaran Budaya dan Penganugerahan Gelar Adat oleh Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu. Acara yang berlangsung di Balai Raya Semarak Bengkulu pada Senin (17/11/2025) itu turut dihadiri Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., sekaligus menjadi sorotan utama karena penghormatan adat diberikan kepada sembilan tokoh berpengaruh.

Penganugerahan tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan resmi, mulai dari UUD 1945 hingga peraturan daerah yang mengatur kelembagaan adat. Penetapan gelar sepenuhnya menjadi kewenangan BMA, yang menurut Ketua BMA Effendi, dilakukan tanpa intervensi pihak mana pun. Tradisi ini terus dijaga sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas Bengkulu dari generasi ke generasi.

Deretan tokoh yang menerima gelar adat datang dari berbagai latar belakang, baik nasional maupun daerah. Di antaranya Irjen Pol (Purn) Drs. H. Supratman, MH dengan gelar Raja Khalifah 2; Laksdya TNI Dr. Irvansyah sebagai Pangeran Jaya Kesuma 2; Letjen TNI Djon Afriadi yang dinobatkan Panglima Raja; serta Prof. Dr. Reda Manthovani dengan gelar Adipati Kembang Agung. Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, turut menerima gelar Sutan Inanyat Syah, sementara sang istri, Khairunnisa Helmi Hasan, dianugerahi Putri Malayan Deni.

Selain itu, Brigjen TNI Jatmiko Ariyanto mendapatkan gelar Rio Setanggai Panjang; Irjen Pol Mardiyono menerima gelar Depati Bangun Binang; dan Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, dianugerahi gelar Depati Bangsa Radin. Para tokoh ini dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembangunan, pengabdian negara, hingga pelestarian adat Bengkulu.

Dalam sambutannya, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan bahwa gelar adat bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah moral untuk dijaga dengan keteladanan dan kontribusi nyata. Bupati Bengkulu Tengah turut menegaskan hal serupa, bahwa gelar adat memiliki nilai luhur yang harus diteruskan sebagai inspirasi bagi masyarakat. Melalui penganugerahan ini, semangat menjaga marwah adat dan budaya Bengkulu diharapkan semakin mengakar kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....