Suro Bali Masuk Kawasan Wisata dalam RIPARKAB Kepahiang

  • 06 Okt 2025 18:36 WIB
  •  Bengkulu

Ketua DPRD Kabupaten Kepahiang Gregory Dayefiandro, S.E., M.Sc menegaskan bahwa Desa Suro Bali ditetapkan sebagai salah satu kawasan strategis pendukung wisata dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPARKAB) periode 2025–2045.

Menurutnya, Desa Suro Bali memiliki keunikan budaya yang menjadi potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata Kepahiang di masa mendatang.

“Dengan memanfaatkan keunikan destinasi lokal, melibatkan masyarakat, dan menerapkan strategi yang tepat, Suro Bali dinilai bisa menjadi destinasi wisata strategis untuk Kabupaten Kepahiang,” ujar Gregory Dayefiandro atau yang akrab disapa Igor.

Pernyataan tersebut disampaikan Igor saat menghadiri acara Simakrama/Silaturahmi Pujawali Pura Dharma Kerti Desa Suro Bali, Kecamatan Ujan Mas, Senin (6 Oktober 2025). Acara turut dihadiri oleh Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP, Anggota DPR RI Eko Kurnia Ningsih, serta Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, S.IP.

Gregory menjelaskan bahwa dokumen RIPARKAB Kepahiang 2025–2045 menjadi landasan pembangunan kepariwisataan daerah yang disusun bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Dinas Pariwisata Kepahiang, dengan melibatkan kalangan akademisi dari Provinsi Bengkulu.

Dokumen tersebut, menurutnya, merupakan inisiatif DPRD Kepahiang untuk menghadirkan arah pembangunan wisata yang lebih terukur, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

“RIPARKAB ini menjadi acuan jangka panjang bagi pembangunan sektor wisata Kepahiang. Dokumen ini murni hasil inisiasi DPRD yang disusun bersama pemerintah daerah dan para akademisi untuk memperkuat arah kebijakan kepariwisataan,” jelasnya.

Igor optimistis, dengan diterapkannya RIPARKAB Kepahiang secara konsisten, sektor pariwisata akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat, terutama di desa-desa potensial seperti Suro Bali.

“Dengan menerapkan strategi yang tepat, saya yakin pariwisata di Suro Bali ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk sektor wisata, meningkatkan pendapatan desa, serta memperkuat identitas budaya,” pungkas Igor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....