Dewi Coryati Harapkan Melalui BSOP Menjadikan Sekolah Mandiri

  • 20 Mar 2025 17:00 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu : Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Dewi Coryati, M.Si mengharapkan, Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BSOP) pada Tahun Anggaran 2025, dapat membuat sekolah menjadi lebih mandiri. Apalagi kebijakan itu sengaja dirancang, salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kemandirian sekolah dalam mengelola pendanaan pendidikan

"Dengan kebijakan ini diharapkan dapat menghilangkan kendala-kendala yang selama ini menghambat operasional sekolah. Misal seperti pembayaran listrik dan honor para guru honorer," ungkap Dewi dalam workshop pendidikan dengan tema BSOP 2025 untuk memastikan pendidikan bermutu bagi semua yang diikuti puluhan guru di Bengkulu, Kamis 20 Maret 2025

Menurutnya, mulai tahun ini BSOP ditransfer langsung ke rekening masing-masing sekolah. Dimana sebelum BSOP, namanya dana BOS yang termasuk Dana Alokasi Umum (DAU). Karena melalui DAU, jadi selama ini ditransfer terlebih dahulu kepada pamerintah daerah, barulah kemudian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) menyalurkannya ke sekolah-sekolah.

"BSOP ini tidak lagi melalui rekening Dinas Dikbud, melainkan langsung ke sekolah. Sehingga bisa dipastikan transparansi dan efisiensinya. Kemudian pihak sekolah juga bisa lebih leluasa memenuhi kebutuhan mendesak untuk menggunakan BSOP, yang tentunya tanpa harus tertunda akibat sistem birokrasi untuk mengusulkan pencairannya," ujar politisi perempuan PAN ini.

Foto : Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Dewi Coryati, M.Si

Disisi lain, Dewi yang juga anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu menjelaskan, kebijakan BSOP ini juga terdapat terobosan, dengan skema baru. Sehingga diyakini dapat mempermudah sekolah dalam pengelolaannya.

Disamping itu bagi sekolah yang berada di daerah Tertinggal, Terdepan, dan terluar (3T), juga mendapatkan alokasi yang lebih besar.

"Misalnya sekolah di Pulau Enggano itu, BSOP-nya tidak sama dengan sekolah yang ada di Kota Bengkulu," katanya.

Dewi juga menambahkan, lebih besarnya BSOP sekolah di Pulau Enggano, karena karena biaya operasional yang dibutuhkan biasanya lebih mahal. Sehingga nantinya BSOP yang dialokasikan, dapat mengakomodir kebutuhan riil tiap sekolah. Mengingat langkah pemerintah ini terhadap daerah 3T, diprioritaskan karena ingin memastikan kesetaraan akses pendidikan.

"BSOP ini bertujuan menutupi biaya operasional inti, sehingga sekolah diharapkan fokus meningkatkan kualitas pembelajaran. Makanya kemandirian finansial melalui kebijakan BSOP ini harus diimbangi dengan akuntabilitas. Masyarakat bisa mengawasi penggunaan dana melalui laporan yang dipublikasikan sekolah,” demikian Dewi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....