Erna Sari Dewi Dorong TVRI Menerapkan Teknologi AI
- 13 Feb 2025 10:57 WIB
- Bengkulu
KBRN, Jakarta : Anggota Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi mendorong Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI) untuk menerapkan teknologi AI. Penerapan itu agar TVRI menjadi media tren, sehingga bisa mengefisiensi soal perencanaan media, menganalisa audien dan personalisasi konten.
Hal itu mengemuka saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI dengan LPP TVRI dan RRI, serta LKBN ANTARA di Gedung Parlemen Senayan Jakarta pada Selasa, (11/2/2025)
Menurut Erna yang akrab di Bengkulu dengan sebutan ESD ini, dorongan penerapan teknologi AI tersebut, karena sepengetahuannya Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di lingkup TVRI mayoritas berpendidikan SMA. Padahal seharusnya diisi oleh tenaga teknis, bisa mendorong inovasi dan kreativitas dari SDM-nya.
“Penerapan itu juga untuk memperkuat riset dan development atau perkembangannya,” ungkap ESD saat RDP.
Politisi perempuan asal Partai Nasdem yang pernah berkecimpung dalam lingkup TVRI, tepatnya di TVRI Bengkulu ini mengaku, jika selama ini untuk mengetahui sejauh mana perkembangan TVRI, dengan melibatkan lembaga berkompeten, dan harus mengeluarkan biaya tinggi, namun jumlah responden yang digunakan dinilai belum mewakili wilayah, sebaiknya juga melakukan survey sendiri, sebagai pembandingnya.
Selan itu ia menyampaikan, sejalan dengan arah utama TVRI adalah transformasi ekonomi melalui digital. Dimana salah satunya penguatan promosi ekonomi kreatif, sepertinya belum tergambarkan dalam rencana kerja TVRI yang dibiayai dana APBN tahun 2025 yang sebelumnya telah dipaparkan dihadapan bersama-sama.
“Saya bangga dan setuju sekali dengan program kerja itu dilaksanakan. Jika belum ada, saya minta dilaksanakan,” imbuh Erna.
Lebih lanjut Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Provinsi Bengkulu ini menambahkan, sebetulnya lembaga TVRI memiliki modal social yang cukup luar biasa. Karena dengan tagline aktual, faktual, dan akurat, serta memiliki jaringan luas, tepatnya telah memiliki 172 stasiun transmisi digital.
Ditambah wilayah jangkauannya sudah 73,44 persen dari populasi di Indonesia. Artinya tinggal hanya 27 persen yang belum bisa menikmati siarannya. Belum lagi diketahui, TVRI adalah TV pertama dan terdepan, namun belum terdepan. Bahkan belum termasuk program TV News terbaik, patut untuk pertanyakan.
“Ada apa dan sepertinya ada yang mis dengan TVRI. Tapi disatu sisi lain juga bukan berarti berkompetisi dengan media TV lainnya, karena memang berbeda fungsi dan ada aturan yang membatasi. Jadi mau tidak mau, TVRI kedepannya harus media tren dengan menerapkan teknologi AI,” demikian Erna Sari Dewi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....