Indonesia Jadi Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50 November 2026
- 29 Sep 2026 15:55 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Indonesia akan menjadi tuan rumah Pertemuan Pejabat Tinggi atau Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS). Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 1-4 November 2026 dan diikuti delegasi dari empat negara anggota.
Dikutip dari laman Kemenag pada Selasa, 29 September 2026, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan MABIMS memiliki posisi strategis sebagai wadah untuk memperkuat kerja sama keagamaan di kawasan. Menurutnya, kesamaan karakter masyarakat dan tantangan yang dihadapi negara anggota dapat menjadi modal untuk bertukar pengalaman serta mengembangkan praktik baik.
“MABIMS harus menjadi ruang yang semakin produktif untuk mempertemukan pengalaman negara-negara di kawasan. Kita memiliki banyak kesamaan, tetapi masing-masing juga mempunyai praktik baik yang dapat dipelajari dan dikembangkan bersama untuk kemaslahatan umat,” ujar Nasaruddin.
SOM MABIMS ke-50 akan diikuti delegasi dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura masing-masing dijadwalkan mengirimkan lima delegasi dalam pertemuan yang menjadi bagian dari penguatan koordinasi antarnegara di bidang keagamaan.
Nasaruddin berharap kerja sama MABIMS tidak berhenti pada pertukaran gagasan di tingkat pemerintahan. Menurutnya, hasil pembahasan perlu diterjemahkan menjadi pengetahuan dan model kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kerja sama keagamaan akan semakin bermakna ketika hasil pembicaraan kita dapat dirasakan masyarakat. Karena itu, kita perlu mempertemukan gagasan dengan praktik-praktik konkret yang telah terbukti memberikan manfaat di masing-masing negara,” tuturnya.
Rangkaian SOM ke-50 juga akan diisi seminar bertema “Khairu Ummah: Praktik Baik Membangun Masyarakat Islam Berkeadaban.” Seminar tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman mengenai pembangunan kehidupan masyarakat Islam, termasuk penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial yang damai, produktif, dan berkeadaban.
Menurut Nasaruddin, tantangan yang dihadapi masyarakat Muslim semakin kompleks sehingga tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu negara secara sendiri-sendiri. Karena itu, kerja sama kawasan diperlukan untuk menemukan titik temu sekaligus memperkaya pendekatan masing-masing negara dalam menghadapi persoalan keagamaan dan sosial.
“Kita ingin masyarakat Islam di kawasan ini tidak hanya kuat dalam kehidupan keagamaannya, tetapi juga mampu menghadirkan nilai agama dalam membangun perdamaian, kepedulian, dan peradaban. Semangat khairu ummah harus mempunyai dampak nyata dalam kehidupan bersama,” kata Nasaruddin.
SOM MABIMS ke-50 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan kerja sama empat negara di bidang keagamaan. Melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik, negara anggota MABIMS diharapkan dapat mengembangkan respons bersama terhadap berbagai tantangan kehidupan keagamaan dan sosial yang berkembang di kawasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....