Kerukunan Antarumat Beragama Dinilai Paling Berhasil

  • 04 Sep 2026 18:47 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kerukunan antarumat beragama menjadi bidang yang dinilai publik paling berhasil ditangani pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Temuan tersebut berdasarkan Survei Nasional Poltracking Indonesia yang digelar pada 14–20 Agustus 2026.

Dikutip dari laman Kemenag pada Jumat, 4 September 2026, sebanyak 72,5 persen responden menilai pemerintah berhasil menjaga kerukunan antarumat beragama. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan penilaian publik terhadap sejumlah persoalan lain yang ditanyakan dalam survei.

Survei Nasional Poltracking Indonesia tersebut merupakan survei ketiga yang dilakukan sepanjang 2026. Dalam survei sebelumnya pada Maret dan Mei 2026, kerukunan antarumat beragama juga selalu menempati posisi tertinggi sebagai capaian pemerintah.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. “Tentu ini adalah sebuah pencapaian yang menggembirakan, khususnya bagi kami di Kementerian Agama,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin menilai tingginya penilaian publik terhadap kerukunan tidak hanya berasal dari upaya pemerintah, tetapi juga peran masyarakat dalam menjaga keharmonisan. “Saya yakin, ini bukan hanya karena hasil kerja pemerintah, tapi ini juga hasil dari upaya masyarakat yang sama-sama menjaganya,” ujarnya.

Menurut Kamaruddin, kerukunan merupakan fondasi penting dalam pembangunan sehingga harus terus dijaga dan diperkuat. “Kita semua harus terus menjaga sekaligus terus meningkatkan kerukunan antarumat beragama yang sudah sangat baik ini,” katanya.

Kementerian Agama juga terus merespons berbagai dinamika yang muncul di tengah masyarakat untuk menjaga kualitas kerukunan. “Pada saat yang sama, kami di Kementerian Agama juga terus berupaya meningkatkan kualitas kerukunan dan memitigasi berbagai dinamika yang muncul di lapangan,” tutur Kamaruddin.

Upaya tersebut sejalan dengan hasil Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 yang mencapai 77,89. Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama 11 tahun pengukuran IKUB.

Kemenag memandang kerukunan tidak sekadar menjadi angka dalam survei, tetapi merupakan modal penting bagi pembangunan nasional. Karena itu, sinergi pemerintah, organisasi keagamaan, tokoh agama, dan masyarakat dinilai perlu terus diperkuat.

Survei Poltracking Indonesia dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden pada 14–20 Agustus 2026. Survei tersebut memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....