Hotspot Meningkat, Kementerian Kehutanan Perketat Operasi Penanganan Karhutla

  • 29 Agt 2026 06:19 WIB
  •  Bengkulu
Poin Utama
  • Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama unsur gabungan memperketat operasi penanganan kebakaran lhutan dan lahan (karhutla) menyusul lmenigkatnya titik panas atau hotspot di kawasan Sumatera dan Kalimantan.
  • Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, groundcheck, patroli, mopping up, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penguatan pencegahan dan pemantauan di wilayah prioritas.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama unsur gabungan memperketat operasi penanganan kebakaran lhutan dan lahan (karhutla) menyusul lmenigkatnya titik panas atau hotspot di kawasan Sumatera dan Kalimantan. Penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, groundcheck, patroli, mopping up, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta penguatan pencegahan dan pemantauan di wilayah prioritas.

Berdasarkan Siaran Pers Kemenhut pada 28 Agustus 2026, dari pantauan pemantauan SiPongi Kemenhut yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 21.14 WIB terdeteksi 717 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) dan 12.696 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah (medium confidence). Pemerintah menegaskan bahwa temuan satelit tersebut tetap memerlukan verifikasi langsung di lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya kejadian kebakaran aktual.

Berdasarkan data satelit Terra/Aqua pada enam provinsi prioritas, hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terutama terpantau di Kalimantan Tengah sebanyak 280 titik, Kalimantan Barat 128 titik, Sumatera Selatan 82 titik, Kalimantan Selatan 16 titik, Jambi empat titik, dan Riau satu titik. Sementara pada kategori tingkat kepercayaan menengah, terpantau 4.358 hotspot di Kalimantan Tengah, 1.787 di Kalimantan Barat, 1.037 di Sumatera Selatan, 825 di Kalimantan Selatan, 183 di Riau, dan 60 di Jambi.

Tim Manggala Agni Kemenhut bersama TNI AL, TNI AD, dan Polri bahu-membahu melakukan pemadaman darat di berbagai titik rawan yang sulit dijangkau. Berbagai kendala teknis di lapangan, mulai dari keterbatasan pasokan air hingga keringnya lahan gambut, diatasi dengan strategi penyiraman estafet dan mobil tangki.

Upaya pemadaman darat turut disokong secara maksimal melalui pengerahan puluhan unit helikopter untuk melakukan pengeboman air serta patroli udara rutin. Operasi Modifikasi Cuaca juga terus diupayakan secara selektif guna memicu hujan buatan di wilayah-wilayah yang memenuhi syarat meteorologis.

Kemenhut mengimbau masyarakat untuk tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat di wilayah terdampak asap juga diminta memperhatikan informasi kualitas udara dan kondisi lingkungan dari instansi berwenang serta mengurangi aktivitas yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Masyarakat yang menemukan asap, titik api, atau indikasi kebakaran diminta segera melapor agar petugas dapat melakukan verifikasi dan penanganan sedini mungkin. Informasi atau laporan terkait karhutla dapat disampaikan melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan pada nomor 021-5704618, WhatsApp +62 8131-00-35000, atau email posko.karhutla@kehutanan.go.id.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....