Pemulihan Ekosistem Perairan Daratan Prioritas Utama di Hari Danau Dunia 2026

  • 28 Agt 2026 14:03 WIB
  •  Bengkulu
Poin Utama
  • Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) berkomitmen penuh untuk mempercepat pemulihan dan pelindunganekosistem perairan daratan sebagai prioritas utama pengamanan ketahanan nasional.
  • Langkah strategis ini dideklarasikan pada perayaan Hari Danau Dunia 2026 di Depok pada 27 Agustus 2026 untuk menjawab tantangan krisis lingkungan global yang kian mendesak.
  • Pemerintah bersama unsur daerah mengoptimalkan Rencana Perlindungan Ekosistem (RPPE) pada 15 Danau Prioritas Nasional 2025–2029.
  • Fokus utama dari program ini mencakup Perbaikan mutu air, pengendalian pencemaran, penataan zonasi KJA, rehabilitasi daerah tangkapan air, pengendalian gulma, perlindungan biodiversitas endemik, serta penyelarasan tata ruang wilayah.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) berkomitmen penuh untuk mempercepat pemulihan dan pelindunganekosistem perairan daratan sebagai prioritas utama pengamanan ketahanan nasional. Langkah strategis ini dideklarasikan pada perayaan Hari Danau Dunia 2026 di Depok pada 27 Agustus 2026 untuk menjawab tantangan krisis lingkungan global yang kian mendesak.

Peringatan internasional dengan tema "Healthy Lakes, Saving Generations" ini menyoroti pentingnya menjaga kesehatan ribuan ekosistem perairan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dikutip dari Siaran Pers KLH/BPLH pada 28 Agustus 2026, Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, mengatakan Indonesia saat ini memiliki 2.961 danau strategis yang memiliki fungsi krusial sebagai penopang kehidupan dan stabilisasi iklim mikro.

Sayangnya, kelestarian ribuan wadah air alami tersebut saat ini tengah terhimpit oleh tekanan kerusakan daerah tangkapan serta pencemaran limbah yang masif. Aktivitas budidaya perikanan yang melampaui daya dukung lingkungan serta ledakan gulma air turut mempercepat proses pendangkalan secara signifikan.

Mengingat siklus hidrologis danau yang memerlukan waktu tinggal air cukup panjang, proses rehabilitasinya mustahil dicapai melalui pendekatan jangka pendek. Oleh karena itu, otoritas lingkungan menegaskan perlunya penerapan strategi penanganan terpadu yang konsisten dari kawasan hulu hingga hilir.

Sebagai wujud implementasi nyata, pemerintah bersama unsur daerah mengoptimalkan Rencana Perlindungan Ekosistem (RPPE) pada 15 Danau Prioritas Nasional 2025–2029. Fokus utama dari program ini mencakup Perbaikan mutu air, pengendalian pencemaran, penataan zonasi KJA, rehabilitasi daerah tangkapan air, pengendalian gulma, perlindungan biodiversitas endemik, serta penyelarasan tata ruang wilayah.

Dalam momentum ini, KLH/BPLH menegaskan Tiga Komitmen Utama yang akan menjadi panduan arah kebijakan. Ketiga komitmen tersebut yakni : memperkuat regulasi pelindungan ekosistem danau di tingkat nasional dan daerah; memperluas aksi kolaboratif lintas pihak dan lintas sektor; dan mengarusutamakan isu penyelamatan danau ke dalam agenda air global.

Menteri Jumhur menekankan bahwa pemulihan ekosistem perairan daratan nasional menuntut kolaborasi kolektif seluruh elemen bangsa. Menyelamatkan danau bukanlah tugas satu kementerian semata, melainkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan khususnya generasi muda.

Keberhasilan agenda penyelamatan ekosistem perairan nasional ini pada akhirnya sangat bergantung pada terbangunnya kolaborasi lintas sektor yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah pusat, daerah, akademisi, dunia usaha, serta generasi muda dituntut untuk bersatu padu menjalankan tanggung jawab bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....