Lebih dari 100 Ribu Jemaah Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

  • 03 Agt 2026 08:07 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Jakarta - Lebih dari 100 ribu jemaah menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sebagai pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan rasa syukur, serta memanjatkan doa bagi masa depan bangsa.

Mengusung semangat kebersamaan dalam keberagaman, kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa. Selain itu, acara tersebut juga memperkokoh komitmen bersama dalam menjaga persatuan di tengah kemajemukan Indonesia.

Dikutip dari laman Kemenag, pada Senin, 3 Agustus 2026, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa zikir dan doa merupakan ikhtiar spiritual yang harus berjalan seiring dengan kerja nyata dalam membangun bangsa. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan moral, akhlak, dan kerukunan antarsesama.

“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama, bersama-sama berdoa untuk negeri,” ujar Nasaruddin Umar, Sabtu 1 Agustus 2026.

Ia menambahkan, bangsa yang besar lahir dari masyarakat yang mampu menjaga persaudaraan serta menghormati perbedaan. Nilai-nilai agama, menurutnya, harus menjadi sumber kedamaian sekaligus perekat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama. Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Khotmil Al-Qur'an yang dipimpin Dr. KH. Rijal Ahmad Rangkuti dan dilanjutkan doa khatmil Al-Qur'an oleh Ust. H. Muzakkir Abd Rahman, M.A. Acara kemudian dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pembacaan Surah Ar-Rahman ayat 1–14 oleh Muhammad Zian Fahrezi, juara pertama Musabaqah Tilawatil Quran International Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, tahun 2026.

Suasana kebangsaan semakin terasa ketika enam tokoh lintas agama secara bergantian memimpin Doa Kebangsaan sesuai keyakinan masing-masing. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur atas nikmat kemerdekaan sekaligus harapan agar Indonesia senantiasa diberi kedamaian, persatuan, dan kekuatan dalam mewujudkan cita-cita nasional.

Kekhidmatan acara berlanjut melalui lantunan Selawat Kebangsaan yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan diikuti ribuan jemaah yang memadati kawasan Monas. Kegiatan ini juga dihadiri para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih serta tokoh-tokoh lintas agama dari berbagai daerah.

Melalui Zikir dan Doa Kebangsaan, pemerintah kembali menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat. Nilai-nilai spiritual, toleransi, dan kerukunan diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang damai, maju, dan bermartabat, sekaligus memperkuat kehidupan beragama yang harmonis dan membawa manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....