Kunjungan FABC ke Terowongan Silaturahmi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral
- 27 Jul 2026 07:54 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sebanyak 120 kardinal dan uskup yang mewakili 22 Konferensi Waligereja serta yurisdiksi gerejawi anggota Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta, Minggu, 26 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi penutup rangkaian Sidang Pleno FABC 2026 sekaligus memperlihatkan praktik nyata kerukunan antarumat beragama yang telah dikembangkan di Indonesia.
Dikutip dari laman kemenag.go.id pada Minggu, 26 Juli 2026, Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan Masjid Istiqlal tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang dialog, pendidikan, serta penguatan moderasi beragama. Menurutnya, Istiqlal secara rutin menerima akademisi, sejarawan, tokoh agama, hingga masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berdiskusi secara terbuka mengenai kehidupan beragama yang damai dan saling menghormati.
"Istiqlal memiliki salah satu fungsi penting sebagai ruang untuk memperkuat pemahaman Islam yang moderat. Kami rutin menerima akademisi, sejarawan, tokoh agama, hingga masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berdialog secara terbuka mengenai kehidupan beragama yang damai dan saling menghormati," ujar Menag.
Nasaruddin menjelaskan Kementerian Agama bersama Masjid Istiqlal juga menjalankan berbagai program strategis untuk menyiapkan generasi ulama yang mampu menjawab tantangan zaman. Ia mengatakan kurikulum yang diterapkan menanamkan nilai-nilai moderasi beragama, termasuk melalui program kaderisasi ulama perempuan sebagai wujud komitmen menghadirkan relasi yang setara dan memperkuat peran perempuan dalam kehidupan keagamaan.
Lebih lanjut, Nasaruddin menegaskan Terowongan Silaturahmi bukan sekadar infrastruktur yang menghubungkan dua rumah ibadah, melainkan simbol kehidupan masyarakat Indonesia yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Ia menggambarkan bahwa dari arah masjid terdengar suara bedug, sedangkan dari arah gereja terdengar lonceng, dan ketika berada di tengah terowongan kedua suara tersebut dapat didengar secara bersamaan sebagai simbol harmoni dalam perbedaan.
Presiden FABC, Kardinal Filipe Neri Ferrao, menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia dalam membangun dialog lintas agama yang diwujudkan melalui Terowongan Silaturahmi. Menurutnya, kunjungan tersebut juga mengingatkan kembali pada Deklarasi Bersama Istiqlal 2024 yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar sebagai komitmen memajukan harmoni antarumat beragama demi kemanusiaan.
"Bagi kami, kunjungan ini bukan sekadar melihat sebuah bangunan, tetapi mengalami secara langsung bagaimana jembatan persaudaraan dibangun. Momen bersejarah antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Istiqlal menjadi inspirasi bagi kami untuk terus memperkuat persahabatan lintas agama," ujarnya.
Kardinal Ferrao mengatakan rombongan FABC tidak hanya melihat sebuah bangunan, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana jembatan persaudaraan dibangun di tengah keberagaman. Ia menilai pertemuan bersejarah antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Istiqlal menjadi inspirasi bagi para pemimpin Gereja Katolik di Asia untuk terus memperkuat persahabatan lintas agama.
Menurut Kardinal Ferrao, setiap agama memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga martabat manusia dan mewujudkan dunia yang damai. Ia mengapresiasi berbagai inisiatif Indonesia dalam mempererat hubungan antarumat beragama atau yang disebutnya sebagai neighboring religions, seraya menegaskan bahwa perjalanan melewati Terowongan Silaturahmi menjadi simbol bahwa dialog lintas agama harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya dibahas dalam forum internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....