Indonesia Sayang Anak Harus Diwujudkan dengan Ruang Aman di Semua Lingkungan
- 24 Jul 2026 11:44 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i menegaskan bahwa semangat Indonesia Sayang Anak harus diwujudkan melalui penyediaan ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Perlindungan tersebut harus mencakup seluruh lingkungan kehidupan anak, mulai dari rumah, sekolah, ruang publik, hingga ruang digital.
Dikutip dari laman kemenag.go.id, pada Jumat, 24 Juli 2026, peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mengingatkan semua pihak mengenai pentingnya perlindungan anak. Ia menilai kualitas masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh cara masyarakat mengasuh, mendidik, melindungi, dan menyayangi anak-anak sejak sekarang.
“Hari Anak adalah hari masa depan Indonesia. Ketika kita membayangkan Indonesia ke depan, jawabannya adalah bagaimana hari ini kita mengasuh, mendidik, dan menyayangi anak-anak,” ujar Wamenag, pada Kamis 23 Juli 2026.
Wamenag menjelaskan bahwa rasa aman merupakan salah satu prasyarat penting bagi tumbuh kembang anak. Anak yang merasa terlindungi akan memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, berinteraksi, menyampaikan pendapat, serta mengembangkan potensi dirinya tanpa dibayangi rasa takut.
Karena itu, upaya perlindungan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama. Orang tua, pendidik, masyarakat, pengelola ruang publik, hingga penyelenggara layanan digital memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman sesuai dengan perannya masing-masing.
Di lingkungan keluarga, anak membutuhkan pola pengasuhan yang penuh perhatian serta komunikasi yang terbuka dengan orang tua. Sementara di sekolah, perlindungan dapat diwujudkan melalui proses pembelajaran yang nyaman, hubungan yang sehat antara siswa dan pendidik, serta pencegahan perundungan dan berbagai bentuk kekerasan.
Perlindungan terhadap anak juga perlu diperluas ke ruang publik dan ruang digital yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Wamenag menilai anak perlu mendapatkan pendampingan agar dapat memanfaatkan teknologi secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Pendampingan tersebut dinilai penting untuk mencegah anak menjadi korban perundungan, kekerasan verbal, maupun paparan konten yang dapat mengganggu perkembangan mereka. Wamenag mengingatkan bahwa kekerasan fisik, kekerasan verbal, perundungan, dan perlakuan yang tidak semestinya dapat meninggalkan trauma serta berdampak terhadap perkembangan anak dalam jangka panjang.
Dengan terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, berakhlak, serta mampu mengembangkan potensi terbaiknya. Perlindungan dan kasih sayang yang diberikan sejak dini diyakini menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....