Gernas #RANA Sebagai Langkah Strategis dalam Perlindungan Anak
- 21 Jul 2026 11:50 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Pemerintah meluncurkan Gernas #RANA pada 14 Juli 2026 sebagai inisiatif lintas kementerian untuk mencegah dan menangani kekerasan terhadap anak secara terpadu dan menyeluruh.
- Gerakan ini didasarkan pada arahan Presiden untuk menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang bebas dari ancaman fisik maupun psikologis, dengan mempertimbangkan perubahan sosial dan era digital.
- Gernas #RANA didukung oleh lima pilar utama: edukasi publik, penguatan keluarga, peningkatan kualitas satuan pendidikan, keamanan digital, dan respons cepat untuk melindungi anak secara holistik.
- Pelaksanaan gerakan ini melibatkan sinergi lintas sektor antara kementerian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan orang tua untuk membangun benteng perlindungan anak yang kokoh di seluruh Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah pada 14 Juli 2026 lalu telah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas #RANA) sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan anak. Inisiatif lintas kementerian ini diusung untuk mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak secara terpadu.
Dikutip dari laman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), gerakan ini dilatarbelakangi oleh arahan Presiden yang menginginkan setiap lingkungan tumbuh kembang anak terbebas dari ancaman fisik maupun psikologis. Kompleksitas perubahan sosial dan pesatnya era digital menjadi pendorong utama pentingnya sinergi perlindungan anak secara menyeluruh.
Gernas #RANA tidak hanya berfokus pada ruang fisik sekolah dan madrasah, tetapi juga menyasar ranah digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas anak. Melalui pendekatan ini, pemerintah berkomitmen menciptakan ekosistem belajar dan berinteraksi yang sehat, aman, serta bebas perundungan.
Pelaksanaan gerakan ini ditopang oleh lima pilar utama, meliputi edukasi publik, penguatan keluarga, peningkatan kualitas satuan pendidikan, keamanan digital, serta respon cepat. Setiap pilar dirancang untuk saling melengkapi agar upaya perlindungan dan penanganan isu anak dapat berjalan efektif dari hulu hingga hilir.
Sinergi dalam gerakan ini melibatkan berbagai pihak mulai dari kementerian, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga peran aktif orang tua. Kolaborasi lintas sektor tersebut dibangun guna menjamin terciptanya benteng perlindungan anak yang kokoh di seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk memasifkan sosialisasi Gernas #RANA secara serentak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat tentang krusialnya pemenuhan hak rasa aman bagi setiap anak.
Keberhasilan Gernas #RANA diharapkan menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa menjadi kunci utama agar gerakan nasional ini berdampak nyata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....