Kemenag Catat 725.669 Titik Ikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026
- 17 Jul 2026 09:27 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama mencatat antusiasme tinggi masyarakat dalam mengikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Sebanyak 725.669 titik lokasi di berbagai daerah didaftarkan untuk mengikuti verifikasi arah kiblat melalui pemanfaatan fenomena astronomi Rashdul Qiblat atau saat matahari berada tepat di atas Ka'bah.
Dikutip dari laman kemenag.go.id, pada Jumat, 17 Juli 2026, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Ditjen Bimas Islam, Arsad Hidayat, mengatakan ratusan ribu titik tersebut menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memastikan ketepatan arah kiblat. Data itu dihimpun dari pendaftaran peserta yang mengikuti gerakan nasional yang digelar serentak pada momentum Rashdul Qiblat tahun 2026.
"Kami mencatat ada 725.669 titik lokasi yang didaftarkan ikut dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," ujar Arsad Hidayat. Menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah jika memperhitungkan lebih dari satu lokasi verifikasi yang dilakukan dalam satu titik pendaftaran.
Arsad menjelaskan, dari total lokasi yang terdaftar terdapat 67.867 masjid, 576.309 rumah, 49.680 musala, 233 restoran, 114 hotel, serta 31.466 lokasi lainnya. Sebaran tersebut menunjukkan bahwa gerakan ini tidak hanya diikuti oleh tempat ibadah, tetapi juga menjangkau fasilitas umum dan lingkungan masyarakat.
Pusat pemantauan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 dipusatkan di Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ) Ciawi, Bogor. Sebelum pelaksanaan gerakan, Ditjen Bimas Islam juga menggelar International Seminar on Islamic Astronomy yang menghadirkan pakar astronomi dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura untuk membahas perkembangan ilmu falak dan penerapannya dalam pelayanan keagamaan.
Fenomena Rashdul Qiblat merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali setiap tahun ketika matahari berada tepat di titik zenit Ka'bah. Pada momen tersebut, bayangan benda yang berdiri tegak lurus dapat dijadikan acuan ilmiah untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi sehingga metode ini banyak digunakan untuk memverifikasi arah kiblat.
Pada 2026, fenomena Rashdul Qiblat terjadi pada 15-16 Juli pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk karena garis dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat akan mengarah ke Ka'bah.
"Alhamdulillah Gerakan Nasional Rashdul Kiblat ini disambut antusias dengan keikutsertaan ratusan ribu pendaftar yang ingin mempraktikkan langsung metode ini," kata Arsad. Ia menilai tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya verifikasi arah kiblat berbasis metode ilmiah.
Selain untuk memverifikasi arah kiblat, Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 juga bertujuan meningkatkan literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai bagian dari pelayanan keagamaan. Kementerian Agama berharap gerakan ini menjadi momentum edukasi publik untuk memperluas pemahaman tentang astronomi Islam sekaligus memperkuat akurasi arah kiblat di masjid, musala, rumah, maupun berbagai fasilitas umum di Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....