Cek Kesehatan Gratis (CKG) Jangkau 59,6 Juta Peserta, Perkuat Deteksi Dini Penyakit
- 16 Jul 2026 20:19 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah jangkau 59,6 juta peserta
RRI.CO.ID, Bengkulu - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus menunjukkan hasil positif dalam memperkuat deteksi dini berbagai penyakit di Indonesia. Dikutip dari laman kemkes.go.id pada Kamis, 16 Juli 2026, hingga 5 Juli 2026, sebanyak 59,6 juta masyarakat telah mengikuti pemeriksaan kesehatan melalui program tersebut, melampaui target mingguan yang ditetapkan pemerintah.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimistis capaian peserta akan terus meningkat seiring dimulainya tahun ajaran baru di seluruh Indonesia. Dengan perluasan pelaksanaan di sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan, target 130 juta peserta pada akhir 2026 diyakini tetap berada pada jalur pencapaian.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan CKG bukan hanya menjadi program skrining kesehatan terbesar yang pernah dilaksanakan di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi perubahan paradigma pelayanan kesehatan dari kuratif menjadi preventif. "Semakin banyak masyarakat yang melakukan cek kesehatan, semakin dini penyakit dapat ditemukan dan diobati, karena itu CKG menjadi investasi kesehatan bangsa dalam jangka panjang," ujar Menkes Budi.
Data hasil CKG selama enam bulan terakhir menunjukkan pola permasalahan kesehatan yang berbeda pada setiap kelompok usia. Pada bayi baru lahir, skrining terhadap lebih dari 490 ribu bayi menemukan sekitar 20.946 bayi atau 4,3 persen memiliki indikasi penyakit jantung bawaan kritis yang memerlukan pemeriksaan lanjutan, sehingga memperkuat pentingnya layanan deteksi dini, sistem rujukan, dan kesiapan rumah sakit.
Sementara itu, pada kelompok anak usia sekolah hingga remaja, karies gigi menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan dengan angka lebih dari 40 persen peserta yang diperiksa. Temuan lainnya meliputi anemia sebesar 27 persen, peningkatan tekanan darah 21 persen, penumpukan kotoran telinga 7 persen, serta gizi lebih dan obesitas sebesar 7 persen, yang menunjukkan Indonesia kini menghadapi beban gizi ganda (double burden of malnutrition) berupa gizi kurang dan gizi lebih secara bersamaan.
Menurut Menkes, data yang dihasilkan CKG menjadi dasar penting dalam menyusun kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik setiap kelompok usia. "Sekarang kita memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap, masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA, data ini, intervensi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran sehingga sumber daya kesehatan dapat digunakan secara lebih efektif," katanya.
Memasuki 2026, Program CKG tidak lagi berhenti pada tahap skrining, tetapi juga mulai memberikan tatalaksana atau pengobatan bagi peserta yang terdiagnosis menderita penyakit kronis, terutama hipertensi dan diabetes melitus. Hasil sementara menunjukkan sekitar 35,4 persen pasien hipertensi yang terdeteksi pada CKG 2025 telah kembali menjalani pemeriksaan pada 2026, dengan 46,9 persen di antaranya berhasil mengendalikan tekanan darah.
Pada pasien diabetes melitus, sekitar 33,1 persen telah kembali mengikuti pemeriksaan lanjutan dan 69,4 persen berhasil mengendalikan kadar gula darah. Pemerintah menargetkan sedikitnya 50 persen penderita hipertensi dan diabetes menjalani pengobatan rutin pada tahun ini, dengan separuh di antaranya mencapai kondisi penyakit yang terkendali.
Menkes menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian penyakit kronis akan berdampak langsung terhadap penurunan angka kematian akibat penyakit jantung dan stroke. "Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa skrining harus diikuti dengan pengobatan yang rutin dan pengendalian penyakit," ucapnya.
Kementerian Kesehatan akan terus memperluas cakupan Program CKG, memperkuat tindak lanjut hasil pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan primer, serta memastikan masyarakat yang telah terdiagnosis memperoleh pengobatan dan pendampingan secara berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, CKG diharapkan tidak hanya meningkatkan deteksi dini penyakit, tetapi juga mampu menekan beban penyakit tidak menular serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....