Potensi Koperasi dan Tantangan Generasi Muda
- 06 Feb 2026 10:31 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bangkok - Potensi koperasi Indonesia dan tantangan generasi muda menjadi sorotan pada World’s Credit Union Conference 2026 di Bangkok. Forum internasional ini membuka dialog global tentang transformasi koperasi, inovasi pembiayaan, dan perluasan partisipasi generasi muda.
Direktur Umum dan Hukum LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) Koperasi, Deva Rachman, mewakili Kementerian Koperasi dalam konferensi tersebut. Deva menilai forum ini strategis untuk berbagi gagasan lintas negara tentang masa depan koperasi.
Konferensi ini memberikan perspektif global terkait "relevance gap", yaitu kebutuhan koperasi tetap relevan bagi generasi muda. Koperasi dituntut dapat menyesuaikan model bisnis dan komunikasi dengan gaya hidup anak muda.
Deva memaparkan perkembangan koperasi Indonesia serta peran LPDB dalam pembiayaan berbiaya rendah. Program Koperasi Desa Merah Putih juga disebut memperkuat ekosistem koperasi nasional.
Konferensi mencatat potensi besar Credit Union (CU) Indonesia dengan sekitar 1,4 juta anggota. Angka ini menunjukkan peluang pertumbuhan signifikan dibandingkan beberapa negara tetangga di kawasan.
Sejumlah negara melakukan rebranding koperasi untuk menarik minat Generasi Z dan Milenial. Seperti Australia, mengubah CU menjadi Mutual Banks sebagai strategi modernisasi merek.
Isu manajemen risiko, khususnya tantangan pengembalian pinjaman, juga menjadi perhatian dalam konferensi ini. Penguatan sistem prudensial dinilai menjadi kunci keberlanjutan koperasi dalam jangka panjang.
Indonesia memiliki keunggulan melalui LPDB Koperasi yang menyediakan pembiayaan berbunga rendah. Keunggulan ini dinilai penting untuk memperkuat koperasi dan menarik partisipasi generasi muda.
Inovasi pembiayaan berbasis syariah yang berkembang di Indonesia turut mendapat perhatian internasional. Amerika Serikat menunjukkan ketertarikan terhadap model keuangan syariah Indonesia sebagai bagian dari praktik keuangan etis dan inklusif.