Pemerintah Perkuat Integritas Pasar Modal Nasional
- 01 Feb 2026 21:24 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat integritas pasar modal nasional demi stabilitas keuangan dan pertumbuhan berkelanjutan. Langkah ini diambil menghadapi dinamika global sekaligus menjaga fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kondisi makroekonomi kuat dengan pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen. Inflasi, cadangan devisa, defisit fiskal, perbankan, dan rasio utang dinilai tetap terkendali.
Menko Airlangga dalam keterangannya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan reformasi integritas dan struktur pasar modal nasional. Reformasi meliputi demutualisasi bursa serta peningkatan likuiditas melalui kenaikan batas free float.
Pemerintah juga memperketat transparansi beneficial ownership dan kejelasan afiliasi pemegang saham. Tujuannya untuk menciptakan pasar modal transparan, likuid, berintegritas, dan setara standar global.
Pemerintah menyatakan nol toleransi terhadap praktik spekulatif dan manipulatif di pasar modal. Manipulasi merugikan investor, merusak kredibilitas negara, serta menghambat arus investasi asing.
Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas setiap pelanggaran peraturan. Penegakan hukum didukung pemerintah agar berjalan adil, tanpa pandang bulu, dan tanpa intervensi.
Presiden memastikan operasional pasar modal tetap normal selama masa transisi kepemimpinan. Pemerintah menegaskan komitmen mendukung iklim investasi transparan, adil, dan berkelas dunia.