Makna Tema dan Subtema Hari Ibu Tahun 2025

  • 21 Des 2025 23:17 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 mengangkat tema utama: Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045. Berdasarkan Pedoman Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang dirilis Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) RI, tema ini memiliki makna, yakni:

1. Perempuan Berdaya

Perempuan yang memiliki kekuatan, kemampuan, keterampilan, serta kebebasan untuk mengambil keputusan. Perempuan berperan aktif dalam kehidupan sosial, melawan ketidakadilan dan diskriminasi gender, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

2. Perempuan Berkarya

Perempuan yang mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan inovasinya untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, berkualitas, dan berkelanjutan. Melalui karya, perempuan tidak hanya berpartisipasi dalam pembangunan, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial, ekonomi, dan budaya di lingkungannya.

3. Menuju Indonesia Emas 2045

Visi mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045. Perempuan yang berdaya dan berkarya menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung terwujudnya visi tersebut.

Adapun Subtema Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, diantaranya:

1. Perempuan Giat, Ekonomi Kuat

Mencerminkan semangat perempuan sebagai penggerak ekonomi yang mampu menciptakan perubahan nyata melalui kerja keras, kemandirian, dan konsistensi dalam membangun usaha. Peran tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menempatkan perempuan sebagai figur produktif, kreatif, dan berdaya dalam ekonomi lokal melalui usaha kecil, inovasi, dan kepemimpinan.

2. Perempuan Peduli, Masyarakat Harmoni

Menegaskan peran strategis perempuan dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat hubungan antar komunitas, serta menciptakan lingkungan yang rukun dan berkelanjutan. Melalui keterlibatan aktif perempuan dalam gerakan sosial, ruang komunitas, dan kegiatan gotong royong, tercipta kolaborasi yang mendorong terwujudnya masyarakat yang inklusif, peduli, dan saling mendukung.

3. Perempuan Hebat, Anak Sehat Berprestasi

Menempatkan perempuan, khususnya ibu, sebagai pendidik dan pengasuh yang menjadi fondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan percaya diri melalui pemenuhan gizi, kesehatan, dan pendidikan yang optimal. Dengan dukungan komunitas, sekolah, dan keluarga, peran ini tidak hanya memperkuat tumbuh kembang anak, tetapi juga memberikan penghargaan serta kesempatan bagi perempuan untuk terus berkarya.

4. Akhiri Kekerasan, Perempuan Aman

Menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius yang merusak kesejahteraan individu, keluarga, dan masyarakat, sehingga diperlukan upaya edukasi, pendampingan, pemberdayaan, serta kolaborasi lintas pihak. Melalui peningkatan literasi pencegahan kekerasan dan pembentukan komunitas “Lingkungan Aman bagi Perempuan”, diharapkan perempuan merasa lebih terlindungi, memahami akses layanan, dan memperoleh dukungan nyata di lingkungan tempat mereka hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....