Kemendikdasmen Catat Capaian Signifikan dalam Program Pendidikan Bermutu
- 18 Sep 2025 10:56 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat berbagai capaian penting dalam pelaksanaan program prioritas Pendidikan Bermutu untuk Semua sepanjang Oktober 2024 hingga September 2025. Dengan anggaran sebesar Rp181,72 triliun, pemerintah menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang lebih merata, inklusif, dan berkualitas.
Dikutip dari Siaran Kemendikdasmen pada (17/9/2025), Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyatakan bahwa capaian ini bukan hanya statistik, melainkan manfaat nyata yang telah dirasakan masyarakat. Ia menegaskan bahwa berbagai program seperti pembangunan sekolah, digitalisasi pembelajaran, tunjangan guru, dan beasiswa telah memberikan dampak langsung pada siswa, guru, dan komunitas pendidikan secara luas.
Salah satu keberhasilan utama datang dari program revitalisasi satuan pendidikan yang melampaui target awal. Dengan anggaran Rp16,97 triliun, revitalisasi dilakukan terhadap 15.523 satuan pendidikan, jauh di atas target semula yaitu 10.440.
Revitalisasi ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SLB, termasuk pembangunan sekolah baru dan satuan pendidikan nonformal. Peningkatan kualitas infrastruktur ini turut menggairahkan perekonomian daerah melalui pelaksanaan proyek secara swakelola.
Di bidang digitalisasi, lebih dari 285.000 satuan pendidikan dari PAUD hingga SKB kini mendapatkan akses pembelajaran digital. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan dan meningkatkan keterampilan digital siswa.
Program peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru juga menunjukkan progres besar dengan anggaran Rp13,2 triliun. Mulai dari tunjangan profesi, subsidi upah, insentif, hingga fasilitasi pengembangan karier dan sertifikasi, semuanya menyasar peningkatan mutu tenaga pendidik.
Di sisi lain, akses pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu terus diperluas melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). PIP menargetkan 18,5 juta siswa, sementara ADEM menyasar ribuan siswa dari daerah tertinggal dengan total anggaran gabungan lebih dari Rp13,6 triliun.
Suharti mengungkapkan bahwa seluruh kebijakan ini berpijak pada komitmen untuk menghadirkan dampak nyata. Suharti menekankan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan harus kembali dalam bentuk manfaat langsung bagi guru, siswa, dan keluarga Indonesia, demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....