Kolaborasi Demi Wisata Aman dan Nyaman

  • 07 Jul 2025 05:17 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi seluruh wisatawan. Hal ini disampaikan saat membuka rapat koordinasi kementerian dan lembaga (K/L) terkait isu keselamatan wisatawan di destinasi wisata secara daring. Menpar menekankan bahwa keselamatan wisatawan bukan hanya isu teknis, tetapi kunci keberlanjutan industri pariwisata nasional. Dikutip dari kemenpar.go.id pada Senin (07/7/2025).

Dalam rapat tersebut, Menpar menyoroti berbagai isu krusial mulai dari keselamatan transportasi, pengelolaan daya tarik wisata, hingga pengaturan kapasitas pengunjung. Menurutnya, Indonesia menargetkan nol kecelakaan di seluruh destinasi wisata karena satu insiden saja dapat merusak citra dan kepercayaan publik, baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu, sistem keselamatan pariwisata perlu dibangun secara kokoh dan menyeluruh.

Kementerian Pariwisata juga mendorong penyusunan rencana aksi terpadu yang mencakup mitigasi risiko, sistem peringatan dini, respons darurat, serta pengawasan terhadap wisata ekstrem dan ekowisata. Semua pemangku kepentingan—pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta komunitas lokal didorong untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama, demi menciptakan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Hariyanto, mengungkapkan bahwa Kemenparekraf telah menetapkan 43 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang pariwisata, di mana 14 di antaranya dikategorikan berisiko tinggi. Standar ini diharapkan dapat memastikan kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur dalam menjaga keselamatan wisatawan secara konsisten di lapangan.

Rapat koordinasi ini juga menampilkan paparan dari Basarnas yang menyoroti kebutuhan mendesak akan sistem evakuasi standar, pelatihan pemandu lokal, serta pemetaan risiko pariwisata yang menyeluruh. Basarnas mendorong penyusunan peta jalan "Safe Tourism Roadmap 2025–2030" agar keselamatan wisata menjadi komitmen jangka panjang lintas sektor. Kolaborasi yang kuat diharapkan dapat menjadikan Indonesia destinasi wisata unggulan yang aman dan terpercaya di mata dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....