Kemenkes Perkuat Layanan Kesehatan Haji 2025
- 05 Mei 2025 05:29 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU - Kementerian Kesehatan RI memperkuat layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Arab Saudi. Langkah ini mencakup optimalisasi pelayanan sejak pra-keberangkatan di daerah, layanan di embarkasi dan debarkasi, hingga pemantauan selama pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi dan pasca kembali ke tanah air. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada Senin (05/5/2025).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kerja sama erat antara kedua negara untuk menurunkan angka kematian jemaah haji dan memastikan terselenggaranya layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan manusiawi. Sebagai tindak lanjut, Kemenkes telah menerapkan sistem pemeriksaan kesehatan jemaah yang lebih dini sejak 2024, memungkinkan deteksi awal kondisi kesehatan yang tidak layak untuk berhaji.
Inovasi digital juga dimanfaatkan untuk pemantauan kesehatan secara real-time, termasuk akses bagi otoritas Arab Saudi. Distribusi tenaga kesehatan turut diperkuat dengan mengerahkan 1.044 tenaga kesehatan haji, 330 petugas haji daerah, 192 personel Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan, dan 200 tenaga pendukung kesehatan.
Dalam aspek kemitraan, Kemenkes menggandeng Abeer Medical Group sebagai mitra layanan rujukan kesehatan bagi jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci. Pendekatan komprehensif ini telah menunjukkan hasil positif dengan tren penurunan kasus penyakit dan kematian jemaah pada tahun 2024.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....