Menpar Serukan Kolaborasi untuk Wisata Bersih dan Sehat

  • 05 Apr 2025 11:34 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU - Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat Indonesia sebagai destinasi wisata yang bersih dan nyaman. Ajakan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri kegiatan "Aksi Bersih Sampah Laut" di Pantai Kuta, Bali. Dikutip dari laman kemenparekraf.go.id pada Sabtu (05/04/2025) Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi wisata bahari Indonesia, terutama di tengah tantangan sampah kiriman yang dibawa angin musim barat.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah Bali. Lebih dari 500 peserta, termasuk mahasiswa dari Poltekpar Bali, turut serta dalam aksi bersih tersebut. Menpar Widiyanti mengungkapkan, permasalahan sampah di destinasi bahari memerlukan kesadaran dan tindakan nyata dari semua pihak. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata juga meluncurkan Gerakan Wisata Bersih, yang bertujuan meningkatkan kebersihan di berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Gerakan Wisata Bersih ini menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata di tahun 2025. Menpar Widiyanti berharap bahwa melalui gerakan ini, Indonesia dapat dikenal sebagai destinasi yang bersih, nyaman, dan terawat bagi wisatawan. “Mari kita pastikan agar Indonesia dikenal sebagai destinasi yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Kegiatan "Aksi Bersih Sampah Laut" juga mendapat dukungan dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah. Bali, sebagai destinasi wisata unggulan, harus menjaga kebersihan sebagai salah satu daya tarik wisata. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga menegaskan bahwa sebagai negara kepulauan, Indonesia harus menjaga kebersihan lingkungan agar dampak sampah tidak merusak kesehatan, pariwisata, dan ketahanan pangan.

Sebanyak 2.115 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat mengikuti kegiatan ini, memungut sampah yang dibagi menjadi 10 zona atau area pemungutan sampah. Setiap sampah yang dipungut dipilah antara sampah organik dan anorganik untuk kemudian ditimbang sesuai jenisnya. Langkah ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam menjaga kebersihan dan kelestarian destinasi wisata Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....