Peluang Besar Lulusan Pariwisata Indonesia di Kancah Global

  • 01 Apr 2025 05:26 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa memberikan apresiasi atas upaya Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global. Dalam sebuah sesi berbagi bersama Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani, Wamenpar Ni Luh menyampaikan bahwa 99% mahasiswa Poltekpar Lombok berkeinginan untuk berkarier di luar negeri. Menurutnya, hal ini adalah peluang yang sangat besar, tetapi juga menuntut kesiapan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan seperti penguasaan bahasa asing, perizinan, dan perlindungan tenaga kerja.

Dikutip dari laman Kemenpar.go.id pada Selasa (01/04/2025) Pada kesempatan tersebut, Wamenpar Ni Luh menyampaikan, "Dengan 99 persen mahasiswa yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri, ini adalah peluang yang baik. Ketika mereka merasa pengalaman sudah cukup, saya berharap mereka kembali ke tanah air untuk membuka lapangan pekerjaan baru." Ia juga menekankan bahwa meskipun peluang besar ada, tantangan dalam penyerapan tenaga kerja luar negeri, seperti kesulitan dalam pengurusan dokumen, keterbatasan kemampuan bahasa asing, serta perizinan yang masih dianggap rumit, perlu diatasi.

Lebih lanjut, Wamenpar Ni Luh berharap bahwa sesi berbagi yang diadakan di Poltekpar Lombok dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang cara bekerja di luar negeri dengan aman dan mendapatkan perlindungan maksimal dari pemerintah. "Saya mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, jangan ragu untuk bertanya," tambahnya.

Poltekpar Lombok telah mengembangkan kurikulum yang berbasis pada standar ASEAN, dilengkapi dengan sertifikasi kompetensi dari BNSP, serta pengalaman praktik yang mendalam melalui Teaching Industry Learning Centre dan magang di perusahaan atau industri selama 6 bulan hingga 1 tahun. Berdasarkan hasil Tracer Study 2024, lulusan Poltekpar Lombok rata-rata hanya membutuhkan waktu sekitar 3,5 bulan untuk mendapatkan pekerjaan. Selain itu, sekitar 7% dari lulusan dalam tiga tahun terakhir berhasil diterima bekerja di luar negeri.

Pada tahun 2024, Poltekpar Lombok menerima 927 pendaftar untuk kuota 360 mahasiswa baru, yang menunjukkan tingginya minat untuk bergabung dengan institusi tersebut.

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani juga mengungkapkan bahwa sektor hospitality di luar negeri membuka peluang besar bagi pekerja migran Indonesia. Berdasarkan data KemenP2MI, pada tahun 2024, sebanyak 23.152 pekerja migran Indonesia ditempatkan di sektor ini, yang merupakan 4,02% dari total 297.434 target penempatan.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk berhati-hati terhadap lowongan kerja luar negeri yang ilegal. "Kami minta mahasiswa Poltekpar untuk selalu memverifikasi informasi melalui BP3MI NTB dan kanal resmi KemenP2MI sebelum mengambil keputusan," tegasnya. Mahasiswa dan masyarakat juga diminta untuk melaporkan setiap informasi yang mencurigakan melalui situs web dan media sosial KemenP2MI.

Direktur Poltekpar Lombok, Ali Muhtasom, menambahkan bahwa berdasarkan survei terhadap 170 responden, hampir seluruh mahasiswa Poltekpar Lombok mengharapkan untuk magang atau bekerja di luar negeri. Negara-negara yang paling diminati untuk bekerja adalah Malaysia, Australia, Jepang, dan Dubai.

Kehadiran Wamenpar Ni Luh Puspa bersama Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dalam acara ini memberikan semangat dan dorongan kepada para mahasiswa Poltekpar Lombok untuk terus mengembangkan diri dan memanfaatkan peluang yang ada di pasar global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....