Program Kursus Calon Pengantin untuk Cegah Perceraian
- 09 Mar 2025 10:36 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU - Tingginya angka perceraian di Indonesia menjadi perhatian serius Kementerian Agama yang disampaikan saat konferensi pers pada kamis kemarindi jakarta pusat. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa pihaknya berencana meluncurkan program kursus calon pengantin yang berlangsung selama satu semester sebagai upaya untuk mencegah perceraian.
Setiap tahunnya, sekitar 2,2 juta pasangan menikah di Indonesia, yang berarti sekitar 4 juta orang. Sayangnya, 35 persen dari mereka berujung pada perceraian, dan 80 persen perceraian terjadi pada pasangan yang baru menikah selama kurang dari lima tahun. Nasaruddin menekankan bahwa perceraian dapat berdampak buruk, terutama bagi perempuan dan anak-anak.
Menurut Nasaruddin, ada 13 faktor yang berkontribusi terhadap perceraian, termasuk masalah ekonomi, perbedaan usia, pendidikan, serta pernikahan lintas agama. Yang paling rawan adalah pernikahan antar agama, yang menyumbang lebih dari 90 persen perceraian.
Untuk itu, Kementerian Agama berencana memberikan pembekalan kepada calon pengantin agar mereka lebih siap dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Program kursus ini diharapkan dapat memberikan pelatihan yang lebih menyeluruh, setara dengan satu semester di bangku kuliah. Nasaruddin menilai, jika pendidikan pernikahan hanya berlangsung selama beberapa menit, akan sulit bagi pasangan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga.
Program ini terinspirasi dari pendidikan pra-nikah yang diterapkan dalam agama Katolik dan beberapa negara di luar negeri yang memberikan pembekalan panjang bagi calon pengantin. "Di Indonesia, menikah sangat mudah, namun untuk mempertahankan pernikahan yang langgeng, dibutuhkan usaha dan persiapan yang matang," ungkap Nasaruddin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....