Panduan Cara Menukarkan Minyak Jelantah
- 27 Jan 2025 11:21 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU : Pertamina Patra Niaga meluncurkan program pengumpulan minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) melalui Green Movement UCO sejak 21 Desember 2024. Program ini memberikan keuntungan berupa saldo e-wallet UCollect dengan nilai sekitar Rp 6.000 per liter, menyesuaikan harga pasar, serta tambahan 5 poin MyPertamina per liter. Minyak yang terkumpul akan diolah menjadi produk ramah lingkungan seperti biodiesel, bekerja sama dengan Noovoleum, pengumpul UCO bersertifikasi internasional.
Saat ini, terdapat 7 titik pengumpulan UCO di berbagai lokasi, seperti Rumah Sakit Pertamina Pusat, SPBU di Dago Bandung, dan SPBU BSD Tangerang Selatan. Program ini mempermudah masyarakat untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus mendapatkan manfaat ekonomis. Pertamina berencana memperluas lokasi pengumpulan ke wilayah lain di Indonesia, seiring dengan evaluasi program secara berkelanjutan.
Pengelolaan limbah rumah tangga seperti minyak jelantah menjadi salah satu langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air. Namun, dengan pengelolaan yang benar, minyak jelantah dapat didaur ulang menjadi produk bermanfaat seperti biodiesel, sabun, atau lilin. Dirangkum dari laman Kementerian BUMN, Berikut adalah panduan cara menukarkan minyak jelantah yang telah dikumpulkan, diantaranya:
1. Siapkan Wadah yang Tepat
Sebelum mengumpulkan minyak jelantah, pastikan Anda memiliki wadah yang bersih, tertutup rapat, dan tidak mudah bocor. Wadah ini bisa berupa botol plastik bekas, jerigen kecil, atau kontainer khusus.
2. Saring Minyak Jelantah
Saat memasukkan minyak jelantah ke dalam wadah, saring terlebih dahulu menggunakan kain atau saringan halus. Langkah ini dilakukan untuk memisahkan sisa makanan atau kotoran yang terdapat di dalam minyak.
3. Simpan di Tempat Aman
Simpan wadah minyak jelantah di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. Pastikan wadah dalam kondisi tertutup rapat untuk menghindari tumpah atau bau yang tidak sedap.
4. Cari Informasi Penukaran Minyak Jelantah
Cari informasi tentang pihak atau lembaga yang menerima minyak jelantah. Beberapa pilihan yang bisa Anda pertimbangkan:
- Bank Sampah: Banyak bank sampah kini menerima minyak jelantah sebagai bagian dari program daur ulang.
- Komunitas Lingkungan: Beberapa komunitas memiliki program pengumpulan minyak jelantah.
- Perusahaan Daur Ulang: Ada perusahaan yang secara khusus mengelola minyak jelantah untuk dijadikan biodiesel.
5. Pahami Mekanisme Penukaran
Tanyakan mekanisme penukaran kepada pihak penerima minyak jelantah. Umumnya, ada dua skema penukaran:
- Tukar Barang: Minyak jelantah ditukar dengan produk seperti sabun, lilin, atau minyak goreng baru.
- Tukar Uang: Minyak jelantah dihargai berdasarkan berat atau volumenya. Pastikan Anda mengetahui harga per liter yang berlaku.
6. Setor Minyak Jelantah
Setelah semuanya siap, bawa minyak jelantah ke lokasi penerimaan. Pastikan wadah dalam kondisi bersih dan rapi. Jika memungkinkan, mintalah tanda terima sebagai bukti penyerahan.
7. Jadwalkan Pengumpulan Rutin
Agar pengelolaan minyak jelantah lebih efektif, buat jadwal pengumpulan rutin di rumah. Dengan demikian, Anda bisa mengurangi limbah secara konsisten.
Manfaat Menukarkan Minyak Jelantah
Menukarkan minyak jelantah tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti:
- Menjaga Lingkungan: Mengurangi pencemaran tanah dan air.
- Mendukung Ekonomi Sirkular: Membantu industri daur ulang dan menciptakan produk bernilai tambah.
- Mendapatkan Imbalan: Mendapatkan uang atau barang sebagai hasil penukaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....