Petugas Amankan Rokok, Power Bank dan Kipas dari Koper CJH

  • 09 Jun 2023 23:04 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Dari hasil pemeriksaan x-ray terhadap koper-koper milik 393 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kota Bengkulu, Kabupaten Lebong dan Kabupaten Bengkulu Tengah di Asrama Haji Bengkulu, Jumat (9/6), petugas mengamankan sementara beberapa barang milik jamaah.

Barang tersebut berupa rokok, power bank (pengisi daya) dan kipas angin elektik dengan baterai tanam yang terpaksa harus dikeluarkan dari koper bagasi.

Menurut Andra Youbi Saputra selaku Panitia Gudang, rokok yang dikeluarkan dari dua koper jamaah asal Bengkulu Tengah dan Lebong yang masing-masing membawa 4 slop. Sementara jumlah maksimal yang diperbolehkan untuk dibawa hanya 2 slop, itu pun jika sampai di Arab Saudi tetap dilarang dan disita petugas bea cukai setempat.

Sedangkan barang berupa 2 unit kipas angin elektrik dan 4 unit power bank, diamankan dari empat koper milik jamaah asal Kota Bengkulu. Barang-barang tersebut dilarang untuk diletakkan di koper bagasi dengan alasan kandungan baterai akan membahayakan.

“Barang-barang yang diperbolehkan di bagasi, ketentuannya tidak boleh ada unsur elektrik seperti power bank yang memiliki baterai tanam. Kecuali kalau baterainya bisa dilepas itu diperbolehkan,” ujar Andra sembari mengatakan bahwa barang-barang itu nantinya kalau tetap akan dibawa, harus dimasukkan kedalam tas bawaan jamaah.

Dari hasil pemeriksaan x-ray koper-koper jamaah, petugas juga menemukan terdapat jemaah yang membawa botol dan jerigen kecil berisi beras, serta batu. Namun untuk barang-barang tersebut tidak dikeluarkan dari tas karena tidak dilarang.

“Ada jemaah yang membawa botol dan jerigen berisi beras, tidak tahu untuk apa. Ada juga batu, kemungkinan digunakan untuk melontar. Barang-barang ini walaupun termasuk aneh untuk dibawa, tetapi tidak kami keluarkan karena tidak termasuk berbahaya dan tidak dilarang juga.” tambahnya.

Dari pemeriksaan secara keseluruhan yang dilakukan pihaknya terhadap koper-koper jemaah, dari ukuran berat menurutnya sudah sesuai dan tidak ada yang melebihi 32 kilogram.

Untuk memastikan kelancaran proses pemeriksaan koper-koper jemaah untuk pemberangkatan kloter (kelompok terbang) pertama dari Embarkasi Antara Bengkulu ke Embarkasi Padang Sumatera Barat, hari ini pun Asisten I Pemda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar melakukan pemantauan di langsung.

“Kita ingin memastikan bahwa barang-barang jamaah sesuai dengan ketentuan, pertama dari sisi berat dan kedua dari isinya. Jadi hal-hal yang tidak boleh dibawa ataupun dilarang diharapkan tidak dibawa jemaah karena semua akan terlihat saat pemeriksaan x-ray,” imbaunya sembari mengatakan untuk pemeriksaan hari pertama semua berjalan lancar, baik dari sisi petugas maupun peralatan. (Lns)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....