Jemaah Haji Asal Bengkulu Utara Wafat di Tanah Suci Makkah
- 01 Jun 2026 17:18 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Makkah- Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Bengkulu Utara, Mustina Abdul Basir (66), yang tergabung dalam Kloter PDG 04 Embarkasi Padang, wafat di Kota Suci Makkah pada Senin 1 Juni 2026 pukul 02.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto Abdul Gani, Amd.Kep., SKM., MPA, menjelaskan bahwa almarhumah merupakan jemaah dengan status risiko tinggi berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Kesehatan (Siskohatkes). Menurutnya, almarhumah memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus Tipe II dan sebelumnya telah menjalani tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau pemasangan stent jantung pada 28 April 2026 di Saudi German Hospital Madinah.
"Kondisi kesehatan almarhumah mulai menurun pada 23 Mei 2026. Berdasarkan hasil asesmen kesehatan, yang bersangkutan dinyatakan tidak layak mengikuti Safari Wukuf dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Al Noor Makkah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut," ujar Kurniawan.
Saat dirujuk ke rumah sakit, almarhumah mengalami kelemahan berat, sesak napas, serta penurunan kesadaran sehingga memerlukan perawatan intensif dan terapi lanjutan. Pada 25 Mei 2026, almarhumah kembali ke tenda kloter di Arafah dengan kondisi masih lemah dan mengalami sesak napas.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg, suhu tubuh 37,2 derajat Celsius, serta saturasi oksigen 96 persen. Setelah kembali dari rangkaian ibadah Armuzna pada 29 Mei 2026, kondisi umum almarhumah masih lemah meskipun kesadarannya baik. Namun, asupan makan dan minum dilaporkan terus berkurang.
Kondisi kesehatan kembali memburuk pada 1 Juni 2026 sekitar pukul 01.30 WAS. Saat itu, almarhumah mengalami penurunan kesadaran, tekanan darah turun menjadi 90/50 mmHg, serta denyut nadi yang hampir tidak teraba.
Selang tiga puluh menit kemudian, tepatnya pukul 02.00 WAS, almarhumah tidak sadarkan diri, tidak bernapas, dan nadi tidak teraba.
Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) segera melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) sebagai upaya Penyelamatan, namun hingga pukul 02.30 WAS, almarhumah tidak menunjukkan respons. Kondisi pupil melebar (midriasis) dan denyut nadi tetap tidak teraba sehingga tim medis menyatakan yang bersangkutan telah meninggal dunia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, almarhumah dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosa Cardiogenic Shock akibat Ischemic Heart Disease dan Diabetes Mellitus Tipe 2. Sesuai prosedur penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, almarhumah direncanakan untuk dishalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Pemakaman Ma'la atau Pemakaman Sharaya, Kota Suci Makkah Al Mukarramah.
Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama seluruh petugas kesehatan haji menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....