Enam Jemaah Haji Bengkulu Gagal Berangkat karena Sakit Mendadak

  • 28 Apr 2026 19:56 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu – Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Bengkulu, Intihan, menyampaikan total enam calon jemaah haji (CJH) Bengkulu batal berangkat pada musim haji 2026 akibat kondisi kesehatan mendadak menjelang keberangkatan. Jumlah tersebut berasal dari dua jemaah pada kloter tiga Padang dan empat jemaah pada pemberangkatan terakhir.

“Total jemaah yang gagal berangkat sebanyak enam orang. Semuanya karena sakit mendadak menjelang keberangkatan,” ujar Intihan, Selasa 28 April 2026.

Ia menjelaskan, seluruh jemaah yang batal berangkat sebenarnya telah menyelesaikan seluruh dokumen administrasi, mulai dari pelunasan, visa, hingga kartu nusuk. Namun, kondisi kesehatan yang tiba-tiba menurun membuat mereka tidak memenuhi syarat terbang.

“Secara dokumen mereka sudah lengkap semua, visa selesai, nusuk selesai. Tapi karena sakit mendadak akhirnya tidak bisa diberangkatkan,” tuturnya.

Dari total enam jemaah tersebut, terdapat tiga orang yang mengalami sakit secara langsung, sementara sisanya merupakan pasangan suami atau istri yang memilih menunda keberangkatan demi mendampingi pasangannya.

Saat ini, upaya pergantian jemaah batal berangkat masih terkendala sistem Pemerintah Arab Saudi yang menutup akses pergantian visa dan nusuk. Berbeda dengan tahun 2023–2024, di mana pergantian masih dapat dilakukan dalam waktu 1x24 jam, tahun ini sistem tersebut masih terkunci.

“Sekarang sistem penggantian dikunci oleh Arab Saudi. Jadi kita belum bisa memastikan apakah masih ada peluang pergantian atau tidak,” katanya.

Meski demikian, Kanwil telah menyiapkan jemaah cadangan yang telah melunasi biaya perjalanan haji dan siap diberangkatkan jika akses sistem kembali dibuka. Jika memungkinkan, jemaah pengganti akan langsung diberangkatkan ke Embarkasi Padang melalui jalur darat maupun udara secara mandiri dengan pendampingan petugas.

Intihan memastikan, apabila enam jemaah tersebut tidak dapat diberangkatkan tahun ini, mereka akan menjadi prioritas utama pada musim haji tahun depan, selama kondisi kesehatan mereka telah pulih dan dinyatakan layak. “Kalau tahun ini tidak bisa berangkat, tahun depan mereka akan diprioritaskan paling atas, asalkan sehat,” kata Intihan.

Ia menambahkan, seluruh jemaah haji Bengkulu diperkirakan menjalani ibadah selama sekitar 40 hari di Tanah Suci, dengan jadwal pemulangan mengikuti pola serupa seperti jadwal keberangkatan.

Untuk musim haji 2026, Bengkulu memberangkatkan empat kelompok terbang melalui Embarkasi Padang. Kloter pertama (Kloter 2 Padang) masuk asrama pada 23 April 2026 pukul 20.00 WIB dengan 393 jemaah dan berangkat ke Padang pada 24 April pukul 22.40 WIB.

Kloter kedua (Kloter 3 Padang) masuk asrama pada 25 April 2026 pukul 06.00 WIB sebanyak 393 jemaah dan diberangkatkan ke Padang pada 26 April pukul 05.40 WIB.

Kloter ketiga (Kloter 4 Padang) masuk asrama pada 26 April 2026 pukul 11.00 WIB sebanyak 393 jemaah dan berangkat pada 27 April pukul 13.40 WIB melalui dua penerbangan.

Sementara kloter keempat (Kloter 5 Padang) sebagai kloter terakhir masuk asrama pada 27 April 2026 pukul 20.00 WIB sebanyak 167 jemaah dan diberangkatkan menuju Padang pada 28 April 2026 pukul 19.00 WIB melalui dua penerbangan.

Intihan berharap seluruh jemaah dan petugas pendamping dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, dan sehat. Serta kembali ke Bengkulu dalam keadaan selamat serta memperoleh predikat haji yang mabrur.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....