Satu Data Kesehatan, Pantau Kondisi Jemaah Real-Time

  • 15 Mei 2025 11:52 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, Bengkulu: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan mengandalkan sistem satu data kesehatan jemaah yang secara real-time untuk memantau kondisi kesehatan jemaah haji selama masa operasional haji 1446 H/2025 M. Sistem ini menjadi tulang punggung layanan medis, memastikan intervensi cepat dan tepat sasaran di tengah dinamika ibadah yang padat dan cuaca ekstrem di Tanah Suci.

Dikutip dari Siaran Pers Kementerian Agama (Kemenag) RI, pada Rabu (14/5/2025), Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Liliek Marhaendro Susilo mengatakan, dengan satu data kesehatan, pihaknya bisa memantau kondisi jemaah secara real-time, sejak dari embarkasi hingga di Arab Saudi. Ini bagian dari transformasi layanan haji yang lebih adaptif, responsif, dan personal. Satu data tersebut menghimpun rekam medis jemaah, catatan komorbid, hasil pemeriksaan kesehatan, hingga intervensi medis yang telah diberikan.

Liliek menjelaskan, data ini terkoneksi antar tim kesehatan di kloter, sektor, dan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), sehingga petugas dapat mengambil tindakan berbasis informasi yang akurat dan terkini. Sistem ini juga memungkinkan edukasi kesehatan dilakukan secara terarah dan efektif, menyesuaikan kondisi masing-masing jemaah.

Hingga saat ini, kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia relatif stabil. Namun Liliek mengingatkan, puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan menjadi tantangan besar secara fisik dan mental.

Ia mengimbau jemaah untuk menjaga kebugaran, cukup istirahat, menghindari paparan panas berlebih, serta mematuhi arahan tim kesehatan. Layanan kesehatan disiaga 24 jam, mulai dari petugas di kloter, sektor, hingga KKHI sudah dibekali data dan peta risiko jemaah agar semua tindakan lebih terukur dan cepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....