Pos Parkir Rumah Sakit Tentara Diserang Orang Bertopeng
- 21 Jul 2025 12:58 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU: Pos parkir Rumah Sakit Detasemen Ketentaraan (RS DKT) di Kelurahan Timur Indah Kota Bengkulu diserang sekelompok orang bertopeng pada Minggu (20/7/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Akibatnya, seorang juru parkir, Indra Setiawan (20), mengalami luka bacok parah di tangan kanan dan bagian perut.
Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan pihak korban telah melaporkan kejadian ini secara resmi ke polisi. "Kami sudah menerima laporan korban, laporan sedang kami dalami," ujar Sudarno.
Aksi gerombolan bermotor memang kerap meresahkan warga sejak September 2024. Sejumlah peristiwa bahkan sudah mendapat perhatian serius dan penindakan oleh Polresta Bengkulu.
Misalnya pada Oktober 2024. Polisi mengamankan 35 anggota gerombolan liar yang sebagian besar masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Beberapa pelaku dewasa yang terbukti terlibat dalam tindakan kriminal dikenakan tindakan tegas, sementara pelaku di bawah umur diwajibkan untuk melapor dan berkoordinasi dengan sekolah serta orangtua.
Aksi gerombolan ini sempat mereda. Namun pada Februari 2025, Tim Resmob Macan Gading Satreskrim Polresta Bengkulu Kembali menangkap tujuh remaja di bawah umur yang tergabung dalam kelompok tersebut. Mereka ditangkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang merasa resah.
Setelah penangkapan tersebut, aksi gerombolan ini tampak menghilang hingga Minggu (20/7/2025), ketika serangan brutal kembali terjadi di RS DKT.
Ahmad, rekan sesama tukang parkir Indra, menjelaskan bahwa korban sedang bertugas di shift malam saat serangan terjadi. "Teman saya diserang gerombolan pria bersenjata tajam bermotor mengenakan topeng. Mereka datang lalu membacok tanpa sebab," kata Ahmad.
Warga Kota Bengkulu, Galih Mahendra, mengungkapkan keprihatinan terhadap situasi ini dan meminta semua pihak untuk serius menangani masalah gerombolan liar.
"Semua harus bertindak, kepala daerah, polisi, guru, orang tua, dan lainnya. Bila tidak bertindak, akan banyak korban berjatuhan," tegas Galih.
Ia menambahkan bahwa kebrutalan gerombolan ini sangat mengganggu, terutama bagi pekerja malam seperti tukang ojek, petugas parkir, dan pedagang. Dengan meningkatnya kekhawatiran di kalangan masyarakat, penanganan yang lebih efektif terhadap aksi-aksi gerombolan liar ini menjadi sangat mendesak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....