Temuan Jasad di Muara Jenggalu, Ada Indikasi Kekerasan

  • 30 Apr 2025 20:40 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU: Misteri identitas jasad yang ditemukan dalam karung di kawasan Muara Jenggalu, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu, masih diselidiki Polresta Bengkulu. Selain melakukan autopsi, polisi juga telah mengirimkan deoxyribonucleic acid (DNA) ke Mabes Polri.

Selain itu, berdasarakan pemeriksaan awal polisi, ada indikasi kekerasan. Jika dilihat dari kondisi saat ditemukan sudah hancur dan dimasukkan ke dalam karung.

Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno S.Sos MH saat diwawancarai membenarkan telah dilakukan autopsi terhadap jasad yang ditemukan di perairan Muara Jenggalu.

"Autopsi dilakukan untuk mencari tahu identitas jenazah tersebut. Selain itu juga kita sudah kirim DNA ke Mabes Polri untuk ditindaklanjuti, hal ini dilakukan sebab dari pemeriksaan awal sulit dilakukan, karena kondisi jenazah sudah rusak, bahkan beberapa bagian organ tubuh hilang dimakan hewan," ungkap Sudarno.

Saat ditemukan pemancing, jenazah terbungkus karung warna putih. Di dalam karung tersebut terdapat batu sebagai pemberat.

Dari temuan tersebut ada indikasi mengarah pada tindak kekerasan. Tetapi untuk memastikan hal tersebut butuh bukti yang kuat. Hasil autopsi diharapkan bisa mengungkap semuanya.

Tidak hanya penyebab korban meninggal, tetapi identitas korban, jenis kelamin dan sudah berapa lama meninggal dunia.

"Ada indikasi upaya kekerasan, tapi nanti itu dipastikan setelah hasil autopsi keluar," terang Sudarno.

Sementara ini belum ada masyarakat datang ke Polresta Bengkulu mengaku kehilangan keluarganya. Untuk itu, Kapolresta Bengkulu mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan keluarga segera melapor ke Polresta Bengkulu.

"Masyarakat kami imbau melapor jika kehilangan keluarganya," tutup Sudarno.

Diberitakan sebelumnya, polisi sedang melakukan identifikasi terhadap jasad yang ditemukan di perairan pantai muara Jenggalu pada 20 April 2025.

Dokter kepolisian sedang melakukan visum dan akan dilanjutkan ke tahap autopsi guna mengungkap identitas dari jasad tersebut. Bukan hanya, identitas namun juga akan dicek penyebab kematian dari jasad tersebut.

Hasil dari identifikasi sementara polisi menemukan satu jasad yang belum tahu jenis kelaminnya. Hasil dari identifikasi awal bawa jasad tersebut dimasukan ke dalam karung dengan posisi tertekuk dibalut dengan dua karung goni, satu karung plastik berwarna putih, serta di dalamnya berisi batu sebanyak 5 buah.

Disampaikan Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos, MH melalui Kasat Reskrim, AKP Sujud Alif Yulamlam, S.IK bahwa memang benar ditemukan mayat di perairan muara Jenggalu.

Kondisi mayat tersebut dalam keadaan tertekuk di dalam karung. "Memang benar pada 20 April 2025 kita mendapatkan laporan penemuan mayat yang dimasukan di dalam karung," ungkap Sujud.

Namun untuk saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman terhadap identitas hingga penyebab kematian jasad yang belum diketahui identitasnya ini. "Untuk saat ini sedang kita dalami, semuanya sedang berusaha mengidentifikasi mengingat kondisi jasad yang sulit untuk dikenali," terang Sujud.

Sementara itu Fajar (35), warga Kelurahan Sawah Lebar Baru Kota Bengkulu yang menemukan mayat tersebut pertama kali mengatakan bahwa awalnya dia bersama lima orang temannya pergi memancing dengan memakai perahu.

Namun ketika masih asyik mancing, ternyata umpan pancing mereka habis. Karena belum pulang dan masih ingin memancing, Fajar dan temannya inisiatif mencari umpan pancing lagi.

Mereka saat itu bermaksud menjaring udang untuk dijadikan umpan pancing. Saat akan menjaring udang itu lah Fajar dan teman-temannya mencium bau tak sedap. Mereka juga melihat ada dua ekor biawak.

Penasaran dengan bau tak sedap itu, mereka berusaha mencari asalnya. Ternyata bau tak sedap itu bersumber dari mayat yang ada di dalam karung.

“Kami itu berlima mincing. Saat kami sedang asik mancing ternyata umpan kami habis, karen lokasi itu memang banyak ikan maka kami mencari udang dengan menjala, setelah menjala kami mencium bau bangkai dan menemukan satu ekor biawak, setelah kami cek ternyata ada mayat di dalam karung,” ungkap Fajar.

Bingung harus berbuat apa, Fajar dan temannya kemudian inisiatif membuat video dan membagikan kepada beberapa rekannya. “Kami bingung mau lapor siapa sebab kami berada di tengah laut, itu kenapa kami buat video dan membagikan pada medsos,” tutup Fajar.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....