Curi Mesin Pres Bos, Karyawan Percetakan Diringkus Polisi
- 30 Jan 2025 10:51 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU: DN (30) warga asal Kelurahan Maloro, Kecamatan Kemang Baru, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) diringkus polisi lantaran diduga terlibat pencurian dengan pemberatan di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Kandang Limun, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.
Tersangka yang merupakan karyawan percetakan ini diduga sudah lebih dari satu kali mencuri mesin pres milik Simson Simbolon (41), warga Kelurahan Bentiring, yang merupakan bosnya.
Hal tersebut turut dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Bengkulu AKP Sujud Alif Yulam lam, S.IK melalui Kanit Resmob Macan Gading Ipda Muhammad Ego Fermana, S.Tr.K.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan DN warga Sumatera Barat usai melakukan pencurian dengan pemberatan milik warga Kelurahan Bentiring.
"Tersangkanya satu orang berinisial DN, mencuri mesin pres milik bosnya," ungkap Ego.
Tersangka mulai melakukan pencurian pada 2 Januari 2025 di mess karyawan di Jalan Karya Bakti. Karena tidak ketahuan, tersangka kembali mencuri pada 4 Januari 2025 di tempat yang sama. Pencurian dilanjutkan pada 12 Januari 2025 dan terakhir pada 13 Januari 2025.
Semua mesin press yang dicuri pelaku dijual ke tukang loak. Sebelumnya tersangka lebih dulu menghubungi tukang loak (barang bekas) jika ada mesin press besi yang dijual. Setelah sepakat dengan harga akhirnya pelaku menjual mesin tersebut kepada tukang loak.
"Masih didalami untuk keterlibatan pembeli hasil pencurian," jelas Ego.
Tersangka DN ditangkap di Provinsi Jambi oleh tim Resmob Macan Gading Polresta Bengkulu. Sebelumnya, polisi telah menerima laporan dari korban terkait adanya pencurian mesin press dengan kerugian mencapai Rp60 juta.
Setelah dilakukan penyelidikan, semua bukti mengarah pada pelaku. Akhirnya dilakukan pencarian terhadap tersangka Dn yang diketahui sudah melarikan diri ke Jambi.
"Berbekal informasi dari aparat kepolisian setempat, akhirnya pelaku DN berhasil ditangkap dan dibawa ke Polresta Bengkulu untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut," tutup Ego.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....