Jamintel Kejagung Perkuat Fungsi Penegakan Hukum di Daerah

  • 17 Nov 2025 09:41 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU: Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, memulai rangkaian kunjungan kerjanya selama tiga hari di Bumi Rafflesia.

Rombongan Jamintel tiba pada Minggu siang (16/11/2025), dan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, Wakajati Bengkulu, jajaran Asisten, serta seluruh Kepala Kejaksaan Negeri se-Provinsi Bengkulu.

Tidak hanya dari unsur kejaksaan, hadir pula Pj Sekda Provinsi Bengkulu serta Wakapolda Bengkulu, menandai pentingnya kedatangan pucuk pimpinan intelijen Kejaksaan RI tersebut.

Begitu menginjakkan kaki di pintu kedatangan, Jamintel disambut dengan tradisi khas Bengkulu. Kajati Bengkulu secara langsung mengalungkan kain batik besurek, motif tekstil tradisional yang menjadi identitas kuat provinsi ini.

Asisten Bidang Intelijen Kejati Bengkulu, Dr. David Palapa Duarsa, SH, MH, menjelaskan, kedatangan Prof. Reda Manthovani bukan sekadar kunjungan seremonial. Ada sejumlah agenda strategis yang akan dijalankan selama berada di Bengkulu.

“Jamintel tiba di Bengkulu hari ini dan akan melakukan kegiatan beberapa hari ke depan,” ujar David.

Agenda pertama yang akan dihadiri adalah pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPD ABPEDNAS) Bengkulu. Kehadiran Jamintel dalam acara tersebut menandai pentingnya peran intelijen Kejaksaan dalam mendukung penguatan desa, terutama dalam advokasi, pembinaan hukum, serta deteksi dini potensi kerawanan tata kelola di level pemerintahan desa.

Selain itu, Jamintel juga dijadwalkan menerima anugerah adat dari Badan Musyawarah Adat (BMA) Bengkulu. Penganugerahan ini menjadi bentuk penghargaan masyarakat adat terhadap kontribusi tokoh nasional yang dianggap memiliki kedekatan, perhatian, dan dukungan terhadap pengembangan nilai-nilai kearifan lokal.

Kunjungan pejabat setingkat Jaksa Agung Muda ke Bengkulu bukanlah kejadian rutin. Karena itu, kedatangannya memunculkan harapan besar, terutama dalam penguatan fungsi intelijen penegakan hukum di daerah. Bengkulu, yang memiliki dinamika sosial dan ekonomi cukup kompleks, memerlukan dukungan dari struktur Kejaksaan pusat dalam berbagai isu, seperti mitigasi korupsi, pembenahan tata kelola pemerintahan, dan pencegahan konflik sosial.

Kehadiran Jamintel juga dinilai dapat memperkuat komunikasi vertikal antara Kejaksaan Agung dan jajaran struktur kejaksaan di Bengkulu—bukan hanya dalam aspek penindakan, tetapi juga edukasi hukum dan pengawasan pembangunan.

Dalam konteks yang lebih luas, kunjungan Prof. Reda Manthovani menggambarkan bagaimana Kejaksaan RI menggiatkan peran intelijen penegakan hukum sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi negara. Melalui kegiatan budaya, seremonial, dan pengukuhan kelembagaan desa, negara ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Sementara tarian persembahan, batik besurek, dan penganugerahan adat menunjukkan bagaimana aspek kultural tetap menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....