Perlukah Memberi Les Renang pada Anak? Ini Pertimbangan dari Para Ahli
- 13 Agt 2026 13:18 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, BENGKULU — Mengajarkan anak berenang bukan hanya soal membuat mereka pandai bermain di kolam, tetapi juga membekali keterampilan keselamatan yang penting ketika berada di sekitar air. Karena itu, sebagian orang tua mulai mempertimbangkan les renang sejak anak masih kecil, meskipun muncul pertanyaan, sebenarnya kapan waktu yang tepat dan apakah semua anak perlu mengikuti les renang?
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kemampuan berenang merupakan salah satu lapisan perlindungan terhadap risiko tenggelam, dan banyak anak dapat mulai mengikuti pelajaran renang sejak usia satu tahun, dengan catatan kesiapan setiap anak berbeda. AAP menekankan bahwa keputusan memulai les perlu mempertimbangkan perkembangan fisik, emosional, perilaku, kondisi kesehatan serta seberapa sering anak berada di sekitar air.
Dokter anak Rohit Shenoi, MD, FAAP, yang turut menjadi penulis panduan AAP tentang pencegahan tenggelam, menekankan bahwa les renang harus dipandang sebagai salah satu bagian dari upaya keselamatan, bukan jaminan bahwa anak tidak akan tenggelam. AAP menyebut pencegahan tenggelam membutuhkan beberapa lapisan perlindungan, termasuk pengawasan orang dewasa yang dekat dan terus-menerus, pembatas akses ke kolam, penggunaan pelampung keselamatan saat diperlukan, serta kemampuan pertolongan dan resusitasi.
Lalu, apakah bayi juga perlu mengikuti les renang? AAP menyatakan belum ada bukti yang cukup bahwa program renang untuk bayi di bawah satu tahun dapat menurunkan risiko tenggelam, sementara kemampuan motorik bayi belum memungkinkan mereka melakukan gerakan berenang dan mengatur pernapasan secara efektif seperti anak yang lebih besar.
Untuk anak usia balita dan prasekolah, les renang dapat menjadi pilihan yang bermanfaat apabila programnya sesuai dengan perkembangan anak. AAP mencatat bahwa anak usia sekitar dua hingga empat tahun dapat mempelajari sejumlah keterampilan bertahan hidup di air, sementara sebagian besar anak lebih siap menguasai keterampilan berenang yang lebih kompleks ketika kemampuan motoriknya semakin matang.
Selain keterampilan berenang, orang tua sebaiknya memilih program yang mengajarkan water competency atau kecakapan di air, bukan sekadar teknik gaya bebas atau gaya dada. Kecakapan tersebut mencakup kemampuan masuk ke air, mengapung atau mempertahankan posisi di air, bergerak menuju tempat aman, keluar dari air, memahami bahaya lingkungan perairan dan mengetahui kapan harus meminta pertolongan.
Hal penting lainnya adalah memilih instruktur dan tempat les yang benar-benar memperhatikan keselamatan anak. Orang tua sebaiknya mencari program dengan instruktur yang kompeten, jumlah peserta yang memungkinkan pengawasan baik, serta metode pembelajaran yang sesuai usia dan tidak memaksa anak ketika mereka takut atau belum siap mengikuti aktivitas tertentu.
Penting pula dipahami bahwa anak yang sudah bisa berenang tetap membutuhkan pengawasan orang dewasa setiap kali berada di dalam atau dekat air. CDC menyebut pelajaran renang dapat membantu mengurangi risiko tenggelam, tetapi pengawasan, pagar atau pembatas kolam dan penggunaan jaket pelampung dalam aktivitas tertentu tetap menjadi bagian penting dari pencegahan.
Jadi, perlukah anak diberi les renang? Jawabannya, les renang layak dipertimbangkan sebagai keterampilan hidup dan salah satu lapisan keselamatan, terutama ketika anak sudah siap secara perkembangan, tetapi les renang tidak boleh membuat orang tua merasa anak sudah “aman” sepenuhnya di dalam air. Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat anak mampu berenang dengan cepat, melainkan membangun kecakapan di air, mengenali bahaya dan membiasakan anak menghormati air sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....