Budidaya Tanaman Hidroponik, Solusi Bertani Modern di Lahan Terbatas

  • 30 Jun 2026 20:57 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Budidaya tanaman hidroponik semakin diminati masyarakat sebagai solusi bercocok tanam di tengah keterbatasan lahan. Metode ini memanfaatkan air yang diperkaya nutrisi sebagai media tanam tanpa menggunakan tanah, sehingga lebih hemat tempat, efisien dalam penggunaan air, dan mampu menghasilkan tanaman yang berkualitas.

Selain cocok diterapkan di perkotaan, sistem hidroponik juga dinilai lebih bersih karena minim gulma dan lebih mudah dikendalikan dari serangan hama tertentu. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain Nutrient Film Technique (NFT), Deep Flow Technique (DFT), sistem sumbu (wick system), dan rakit apung (floating raft), yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan skala budidaya.

Bagi pemula, tanaman berdaun menjadi pilihan terbaik karena memiliki masa panen yang relatif singkat. Selada merupakan salah satu tanaman yang paling banyak dibudidayakan secara hidroponik karena pertumbuhannya cepat dan memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu, kangkung juga mudah dibudidayakan dengan sistem hidroponik dan mampu tumbuh optimal menggunakan nutrisi AB Mix.

Tanaman lain yang direkomendasikan adalah pakcoy, sawi hijau, bayam, seledri, dan daun mint. Tanaman-tanaman tersebut memiliki kebutuhan nutrisi yang relatif mudah dipenuhi, sehingga cocok untuk petani rumahan maupun pelaku usaha hidroponik skala kecil. Dengan perawatan yang baik, sebagian besar sayuran tersebut dapat dipanen dalam waktu sekitar 25 hingga 45 hari.

Untuk tanaman buah, tomat, mentimun, paprika, stroberi, dan melon juga dapat dibudidayakan secara hidroponik. Namun, jenis tanaman ini memerlukan perawatan yang lebih intensif, termasuk pengaturan nutrisi, pencahayaan, penyangga tanaman, serta pengendalian pH dan konsentrasi nutrisi agar hasil panen tetap optimal.

Keberhasilan budidaya hidroponik dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, seperti kualitas air, keseimbangan nutrisi, kadar pH, sirkulasi oksigen pada akar, dan intensitas cahaya yang diterima tanaman. Pemantauan secara rutin terhadap kondisi tersebut akan membantu tanaman tumbuh lebih sehat, mempercepat masa panen, serta meningkatkan produktivitas.

Dengan semakin berkembangnya teknologi pertanian, hidroponik menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang usaha. Selain menghasilkan sayuran yang segar dan berkualitas, metode ini juga mendukung pertanian berkelanjutan karena lebih hemat air, efisien dalam penggunaan lahan, dan ramah terhadap lingkungan.

Sumber : Pengaruh Variasi Nutrisi dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan serta Hasil Selada (Lactuca sativa L.) dalam Budidaya Hidroponik Metode Deep Flow Technique (DFT), Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian (2025).

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....