Murai Batu, Burung Kicau Asal Hutan Asia yang Kian Diminati Pecinta Burung

  • 25 Jun 2026 07:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Burung murai batu (Copsychus malabaricus) dikenal sebagai salah satu burung kicau paling populer di Indonesia karena memiliki suara merdu dan kemampuan meniru berbagai jenis kicauan. Burung ini banyak dipelihara oleh penghobi burung serta sering diikutsertakan dalam berbagai ajang perlombaan kicau di berbagai daerah.

Murai batu berasal dari kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Secara alami, spesies ini tersebar di India, Nepal, Tiongkok bagian selatan, Thailand, Malaysia, hingga Indonesia. Di Indonesia, murai batu dapat ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan beberapa pulau lainnya yang masih memiliki kawasan hutan yang sesuai sebagai habitatnya

Habitat asli murai batu adalah hutan tropis yang memiliki vegetasi rapat, hutan sekunder, semak belukar, hingga kawasan bambu dengan kondisi yang lembap. Burung ini umumnya hidup di lapisan bawah hutan dan lebih sering mencari makan di dekat tanah atau di antara semak-semak untuk mencari serangga, laba-laba, dan hewan kecil lainnya sebagai sumber makanan.

Menurut para peneliti, murai batu memiliki sifat teritorial yang kuat dan cenderung mempertahankan wilayahnya dari gangguan burung lain. Karakteristik tersebut membuat populasi burung ini di alam liar relatif tersebar dan tidak hidup dalam kelompok besar. Selain itu, kebiasaannya yang menetap pada area tertentu membuat murai batu rentan terhadap perburuan liar.

Keunggulan utama murai batu terletak pada kualitas suaranya. Burung jantan mampu menghasilkan variasi lagu yang kompleks dan meniru suara burung lain. Kemampuan inilah yang menjadikan murai batu sebagai salah satu burung penyanyi atau songbird yang paling diminati oleh para penghobi burung kicau di Indonesia maupun negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Meski masih berstatus risiko rendah secara global, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa populasi murai batu di beberapa wilayah mengalami tekanan akibat perburuan dan perdagangan. Tingginya permintaan pasar menyebabkan banyak individu ditangkap dari alam untuk dipelihara atau diperjualbelikan, sehingga upaya penangkaran menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kelestarian spesies ini.

Para ahli konservasi mengimbau masyarakat untuk mendukung pelestarian murai batu melalui penangkaran legal dan perlindungan habitat hutan. Dengan menjaga kelestarian lingkungan alaminya, burung yang dikenal dengan ekor panjang dan suara merdu ini diharapkan tetap dapat ditemukan di alam liar sekaligus terus menjadi bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia.

Sumber : Junal Media Konservasi, Institut Pertanian Bogor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....