Twitch Perang Lawan Viewbot, Streamer Curang Kini Terancam Dibatasi

  • 10 Mei 2026 14:14 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Di era digital modern, jumlah klik dan penayangan menjadi ukuran utama popularitas para streamer serta influencer media sosial. Demi meningkatkan statistik penonton, sebagian kreator diduga memakai cara curang melalui praktik viewbotting yang merugikan platform digital.

Dikutip dari akun X TwitchSupport, platform streaming Twitch mulai memperketat pengawasan terhadap aktivitas viewbotting yang terus meningkat belakangan. Informasi tersebut disampaikan langsung CEO Twitch, Dan Clancy, terkait kebijakan baru pembatasan jumlah penonton bersamaan streamer.

Dalam pengumumannya, Twitch memperkenalkan bentuk penegakan baru untuk saluran yang teridentifikasi melakukan viewbotting secara terus-menerus selama siaran. Platform tersebut akan membatasi jumlah CCV atau tampilan bersamaan berdasarkan data historis penonton asli milik kreator bersangkutan nantinya.

Kebijakan pembatasan itu diterapkan pada seluruh permukaan Twitch selama jangka waktu tertentu sesuai tingkat pelanggaran masing-masing streamer terdeteksi. Jika pelanggaran kembali terjadi, Twitch memastikan hukuman lebih panjang akan diberlakukan kepada akun yang dianggap tetap melakukan kecurangan.

Selain itu, streamer yang terkena penegakan aturan akan menerima pemberitahuan resmi mengenai durasi hukuman melalui sistem platform tersebut. Twitch juga menyediakan jalur banding khusus agar kreator dapat mengajukan keberatan terhadap keputusan pembatasan penayangan akun mereka nantinya.

Sebenarnya, Twitch telah cukup lama memerangi praktik viewbotting melalui penghapusan jutaan akun bot mencurigakan secara berkala sebelumnya. Pada tahun 2021, platform tersebut bahkan menghapus sekitar 7,5 juta akun bot demi menjaga kualitas ekosistem siaran digital.

Meski demikian, kebijakan baru Twitch diperkirakan memunculkan pertanyaan terkait metode identifikasi lonjakan penonton alami dan viewbotting sebenarnya nantinya. Banyak pihak menilai perusahaan harus transparan agar kreator tidak dirugikan akibat kesalahan pendeteksian aktivitas penonton selama siaran berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....