Kaitan Memilah Barang Tak Terpakai dengan Kesehatan Mental

  • 21 Apr 2026 19:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Decluttering kini semakin populer sebagai gaya hidup yang membantu masyarakat menciptakan ruang yang lebih rapi dan nyaman. Konsep ini tidak sekadar bersih-bersih, melainkan proses sadar untuk memilah barang berdasarkan nilai dan kegunaannya.

Dalam praktiknya, decluttering dilakukan dengan menyortir dan menyingkirkan barang yang sudah tidak dibutuhkan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih terorganisir sekaligus mendukung kesejahteraan mental.

Sejumlah metode decluttering mulai banyak diterapkan oleh masyarakat. Salah satunya adalah metode empat kotak yang membagi barang ke dalam kategori simpan, buang, pindahkan, dan donasi.

Metode lain yang menarik perhatian adalah packing party, di mana seseorang berpura-pura pindahan dengan mengemas seluruh barangnya. Dalam waktu tertentu, hanya barang yang benar-benar digunakan yang akan kembali dikeluarkan.

Selain itu, terdapat juga minimalist game yang menantang seseorang untuk membuang barang secara bertahap setiap hari. Tantangan ini dinilai efektif untuk mengurangi penumpukan barang secara konsisten.

Dikutip dari info.populix.co, pendekatan decluttering juga bisa dilakukan berbasis ruangan untuk mempermudah proses. Misalnya, seseorang dapat memulai dari dapur, kamar tidur, atau lemari pakaian secara bertahap.

Istilah decluttering sendiri memiliki sejumlah padanan dalam bahasa sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah merapikan, menyortir barang, hingga beberes.

Berbagai manfaat dapat dirasakan dari penerapan decluttering dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan yang rapi terbukti mampu mengurangi stres dan meningkatkan fokus.

Tidak hanya itu, ruang yang minim barang juga lebih mudah dibersihkan sehingga menghemat waktu dan tenaga. Kondisi ini turut berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....