Apa yang Harus Dilakukan jika Diserang Dingin saat Mendaki Gunung?
- 09 Apr 2026 06:51 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Pada Saat diserang Hipotermia saat Mendaki Gunung, Ini yang Harus dilakukan
- Serangan Dingin di Gunung, Apa yang Harus Dilakukan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Mendaki gunung memang memberikan pengalaman alam yang luar biasa, namun risiko cuaca ekstrem tidak bisa diabaikan. Salah satu kondisi yang sering mengancam pendaki adalah serangan dingin yang dapat menyebabkan hipotermia, yaitu penurunan suhu tubuh di bawah batas normal. Kondisi ini dapat terjadi secara perlahan tanpa disadari, tetapi dampaknya bisa sangat berbahaya jika tidak segera ditangani.
Menurut peneliti hipotermia dari Kanada, Gordon Giesbrecht, tubuh manusia mulai kehilangan kemampuan mengatur suhu ketika terpapar dingin dalam waktu lama, terutama jika disertai angin, hujan, dan kelelahan. Gejala awal biasanya berupa menggigil hebat, kesulitan berbicara, hingga menurunnya koordinasi tubuh. Dalam kondisi yang lebih parah, penderita bisa mengalami kebingungan bahkan kehilangan kesadaran.
Saat menghadapi kondisi tersebut di gunung, langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat berlindung. Tenda atau area yang terlindung dari angin sangat penting untuk mencegah tubuh kehilangan panas lebih cepat. Jika pakaian dalam keadaan basah akibat keringat atau hujan, sebaiknya segera diganti dengan pakaian kering karena kondisi lembap dapat mempercepat turunnya suhu tubuh.
Tubuh perlu dihangatkan secara bertahap. Pendaki dapat menggunakan sleeping bag, selimut darurat, atau bahkan berbagi kehangatan dengan rekan setim. Organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization menekankan bahwa proses penghangatan tidak boleh dilakukan secara ekstrem atau tiba-tiba karena dapat memicu gangguan pada tubuh. Selain itu, konsumsi makanan dan minuman hangat sangat dianjurkan karena dapat membantu tubuh menghasilkan energi dan panas. Namun, minuman beralkohol harus dihindari karena justru mempercepat hilangnya panas tubuh.
Selama kondisi belum terlalu parah, pendaki disarankan tetap bergerak ringan untuk membantu sirkulasi darah, namun tidak boleh memaksakan diri hingga kelelahan. Hal yang tidak kalah penting adalah memastikan penderita tidak sendirian, karena hipotermia juga memengaruhi kesadaran dan kemampuan berpikir.
Pendaki legendaris Reinhold Messner pernah menekankan bahwa keberhasilan bertahan di alam ekstrem sangat ditentukan oleh kesiapan dan kewaspadaan. Ia menilai bahwa pencegahan selalu lebih baik dibandingkan penanganan. Membawa perlengkapan yang memadai, menjaga kondisi tubuh, serta memahami cuaca menjadi kunci utama dalam menghindari risiko serangan dingin.
Pada akhirnya, serangan dingin saat mendaki gunung bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Dengan memahami gejala sejak awal dan melakukan penanganan yang tepat, risiko yang lebih besar dapat dicegah. Pendakian pun bisa tetap dinikmati dengan aman, selama setiap pendaki memiliki kesadaran dan persiapan yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....