5 Penyakit Yang Bisa Menyebabkan Kucing Mati Mendadak
- 20 Des 2024 15:44 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu : Ketika kucing peliharaan tiba-tiba mati pasti ini menjadi mimpi buruk untuk para pecinta kucing atau cat lovers. Walaupun sangat menyakitkan, kenyataannya banyak orang yang mengalami situasi ini. Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kucing mati mendadak. Beberapa di antaranya berhubungan dengan kondisi kesehatan kucing. Sementara, yang lain bisa dikaitkan dengan kondisi tempat tinggal. Dan berikut ini beberapa kemungkinan yang bisa menyebabkan kucing kesayangan kamu mati mendadak :
1. Keracunan
Menelan racun secara tidak sengaja lebih sering terjadi pada kucing luar ruangan. Namun, juga dapat terjadi pada kucing dalam ruangan. Dilansir Pet Place, racun umum bagi kucing termasuk obat-obatan yang mengandung asetaminofen, toksisitas tanaman, dan racun tikus. Cukup mudah mengidentifikasi kucing yang mati karena racun tikus. Biasanya, kucing yang keracunan akan langsung kejang, mengeluarkan busa atau air liur dari mulut, dan muntah-muntah
2. Penyakit Jantung
Penyakit jantung tidak punya tanda peringatan apa pun. Sementara, beberapa kucing akan menunjukkan gejala seperti enggan bermain, tidur lebih banyak, nafsu makan berkurang, berat badan turun, serta peningkatan laju pernapasan. Kucing dengan penyakit jantung juga dapat mengalami kesulitan bernapas atau menggunakan kaki belakangnya. Tak jarang, penyakit jantung menyebabkan kucing mati mendadak tanpa didahului gejala apa pun. Dilansir Pet Place, penyakit jantung yang paling umum pada kucing adalah kardiomiopati hipertrofik, yaitu kondisi yang menyebabkan otot jantung menebal secara abnormal sehingga bisa menjadi penyebab kucing mati mendadak.
3. Penyakit Asma
Asma pada kucing adalah penyakit pernapasan akibat peradangan yang memiliki tingkat keparahan bervariasi. Beberapa kucing mungkin hanya mengalami batuk ringan saat asma kambuh. Sebagian lain mungkin mengalami gangguan pernapasan yang parah akibat penyempitan parah pada saluran udara hingga menyebabkan kematian.
4. Gumpalan Darah
Gumpalan darah atau trombus dapat memicu kematian mendadak pada kucing. Namun, ini pun tergantung di mana lokasi gumpalan itu terbentuk. Gumpalan dapat terbentuk akibat gangguan atau tersumbatnya aliran darah di arteri atau vena. Bisa juga akibat rusaknya lapisan pembuluh darah. Saat bagian dari gumpalan ini pecah, itu dapat berjalan dan bersarang di tempat lain di dalam tubuh. Dilansir sumber yang sama, jika gumpalan ini bersarang di paru-paru, jantung, atau otak, maka dapat menyebabkan kucing mati mendadak.
5. Sepsis
Sepsis adalah salah satu penyakit pada hewan yang sulit untuk diobati. Sepsis adalah infeksi seluruh tubuh yang meskipun telah diobati secara intensif, memiliki tingkat kematian cukup tinggi, yaitu 20-68 persen. Sepsis disebabkan oleh infeksi bakteri, usus pecah, infeksi ginjal, peritonitis, pneumonia, dan penyakit gigi. Tanda-tanda awal sepsis termasuk disorientasi, tidak mau makan, gemetar, demam, detak jantung cepat, napas cepat atau terengah-engah, dan penurunan jumlah urine. Perawatan untuk sepsis melibatkan terapi suportif dan obat-obatan. Namun, peluang bertahan hidup menurun jika sepsis telah menjadi syok septik. Kondisi ini juga kerap menyebabkan kucing mati mendadak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....