Hari Kesaktian dan Lahir Pancasila, Apa Bedanya?
- 01 Okt 2026 16:27 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Setiap 1 Oktober, Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila, momentum yang kerap dianggap sama dengan Hari Lahir Pancasila. Meski sama-sama berkaitan dengan Pancasila sebagai dasar negara, keduanya memiliki latar belakang sejarah, tanggal, dan makna peringatan yang berbeda.
Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni, merujuk pada momentum perumusan dasar negara dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI. Peringatan ini mengajak masyarakat mengenang proses lahirnya gagasan Pancasila yang kemudian menjadi dasar negara Indonesia.
Tanggal 1 Juni berkaitan dengan pidato Soekarno dalam sidang BPUPKI pada 1945 yang memperkenalkan Pancasila sebagai nama bagi lima prinsip dasar negara. Dalam perjalanan berikutnya, rumusan Pancasila mengalami proses pembahasan hingga menjadi rumusan yang dikenal dan digunakan hingga saat ini.
Sementara itu, Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober dan memiliki latar sejarah yang berbeda. Peringatan ini berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S serta perkembangan politik yang terjadi setelah peristiwa tersebut.
| Baca juga: Lagu Lawas Masih Enak Didengar hingga Kini |
Hari Kesaktian Pancasila kemudian diperingati sebagai momentum untuk meneguhkan kembali Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Peringatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia.
Karena namanya sama-sama memuat kata “Pancasila”, tidak sedikit masyarakat yang masih tertukar antara kedua peringatan tersebut. Cara paling sederhana untuk membedakannya adalah mengingat 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, sedangkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Keduanya pun memiliki fokus yang berbeda, yakni Hari Lahir Pancasila menyoroti sejarah perumusan dasar negara, sementara Hari Kesaktian Pancasila berkaitan dengan peneguhan Pancasila setelah pergolakan politik 1965. Perbedaan konteks sejarah tersebut penting dipahami agar masyarakat tidak sekadar mengingat tanggal peringatannya.
Momentum 1 Oktober dapat menjadi kesempatan untuk kembali memahami nilai-nilai Pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya melalui seremoni, nilai persatuan, kemanusiaan, musyawarah, keadilan, serta penghormatan terhadap perbedaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata di lingkungan keluarga, masyarakat, dan kehidupan berbangsa.
Sumber informasi : instagram @indonesiabaik.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....