Wedang dan Tren Minuman Tradisional di Kalangan Anak Muda
- 30 Sep 2026 19:53 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Minuman wedang yang selama ini identik dengan minuman tradisional mulai mendapatkan ruang di kalangan anak muda. Beragam inovasi dari sisi rasa, penyajian, kemasan, hingga pemasaran melalui media sosial membuat minuman berbahan rempah tersebut lebih mudah dikenalkan kepada generasi muda.
Wedang seperti wedang jahe dan wedang uwuh memiliki karakteristik yang berbeda dari minuman kekinian karena menggunakan bahan-bahan seperti jahe, kayu manis, cengkeh, secang, dan rempah lainnya. Dalam kajian tentang tradisi makanan sehat di Asia, wedang ronde, beras kencur, dan kunyit asam termasuk minuman tradisional yang populer di Indonesia, sementara istilah “wedang” dalam budaya Jawa merujuk pada minuman yang umumnya disajikan hangat.
Perubahan cara penyajian menjadi salah satu faktor yang dapat membuat minuman tradisional lebih dekat dengan selera konsumen muda. Minuman yang sebelumnya identik dengan penjual tradisional kini dapat ditemukan dalam bentuk kemasan siap minum, bubuk instan, maupun sajian yang dikembangkan dengan rasa dan tampilan lebih modern.
Penelitian Beatrix Noviyanti Yahya, Achmad Taufiq, Titin Lestariningsih, dan Ivy Dian Puspitasari Prabowo yang diterbitkan dalam The Sages Journal pada 2024 menunjukkan adanya peluang tersebut. Studi kuantitatif terhadap 122 responden berusia 18 hingga 25 tahun di Semarang Selatan menemukan 60,7 persen responden mengonsumsi jamu, dengan manfaat kesehatan menjadi salah satu alasan utama, sementara rasa pahit, aroma, dan tampilan yang kurang menarik menjadi alasan sebagian responden tidak mengonsumsinya.
Temuan lebih baru dari penelitian Citra Dinar Evita Maharani dan Ninuk Sholikhah Akhiroh yang diterbitkan dalam Sosietas pada Juni 2026 juga memperlihatkan adanya perubahan persepsi Generasi Z terhadap jamu. Melalui studi kualitatif yang melibatkan 11 informan Generasi Z berusia 15 hingga 21 tahun di Kampung Jamu Wonolopo, Semarang, peneliti menemukan bahwa sebagian anak muda mulai melihat jamu bukan hanya sebagai minuman pahit dan kuno, tetapi sebagai minuman alami dan sehat yang dapat disesuaikan dengan gaya hidup modern, dengan rasa, kemasan, aksesibilitas, lingkungan keluarga, serta tren media sosial turut memengaruhi keputusan konsumsi.
Khusus untuk wedang uwuh, penelitian Hamka, Subejo, Masyhuri, dan Ratih Ineke Wati yang dipublikasikan pada 2026 menganalisis 245 konsumen di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan metode partial least squares structural equation modelling. Hasilnya menunjukkan nilai fungsional, emosional, situasional, dan pengetahuan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen, sementara kepuasan menjadi jalur penting yang mendorong niat membeli kembali minuman tradisional tersebut.
Meski demikian, popularitas wedang di kalangan anak muda tetap membutuhkan inovasi agar tidak berhenti sebagai tren sesaat. Pengembangan rasa yang lebih sesuai selera, kemasan praktis, tampilan menarik, serta promosi digital dapat menjadi cara untuk memperkenalkan kembali minuman tradisional tanpa menghilangkan identitas dan nilai budaya yang melekat pada wedang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....