Makin Dewasa, Benarkah Circle Pertemanan Makin Sedikit?

  • 30 Sep 2026 19:05 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Memasuki usia dewasa, banyak orang merasa lingkaran pertemanannya tidak lagi seramai ketika sekolah atau kuliah. Kesibukan pekerjaan, keluarga, perubahan tempat tinggal, hingga perbedaan prioritas membuat intensitas bertemu dengan teman berkurang, tetapi kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang kehilangan hubungan pertemanan yang bermakna.

Penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa hubungan antara usia dan jumlah teman tidak sesederhana anggapan bahwa semakin dewasa seseorang maka semakin sedikit pula temannya. Studi yang diterbitkan David W. Sosnowski dan delapan peneliti lainnya dalam Social Psychiatry and Psychiatric Epidemiology pada 2026 menganalisis data selama empat dekade dan tidak menemukan pengaruh usia maupun generasi yang signifikan terhadap ukuran jaringan pertemanan.

Penelitian tersebut menggunakan data dari 3.481 peserta di East Baltimore yang pertama kali dikumpulkan pada 1981, dengan tindak lanjut pada 1993, 2004, dan 2021. Hasilnya menunjukkan ukuran jaringan keluarga dan pertemanan lebih berkaitan dengan faktor seperti pendapatan, pendidikan, kepribadian, status perkawinan, dan karakteristik demografis dibandingkan usia semata.

Namun, penelitian lain yang juga terbit pada 2026 memberikan gambaran berbeda mengenai bagaimana jaringan sosial berubah sepanjang kehidupan. Studi Abby R. Hillmann, Anna L. Marsland, Stephen B. Manuck, dan Rebecca G. Reed dalam Biological Psychology terhadap 404 orang dengan jarak pengukuran sekitar 15 tahun menemukan bahwa jaringan sosial memang menurun dari masa paruh baya menuju usia yang lebih tua, tetapi penurunan terutama berasal dari hubungan yang bersifat periferal, sementara hubungan dekat relatif lebih dipertahankan.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa yang berubah seiring bertambahnya usia bukan hanya jumlah orang dalam kehidupan sosial, tetapi juga komposisi hubungan yang dianggap penting. Seseorang dapat semakin jarang bertemu dengan banyak kenalan, tetapi tetap mempertahankan beberapa teman dekat yang dianggap mampu memberikan dukungan emosional dan memiliki hubungan yang lebih bermakna.

Gambaran serupa ditemukan dalam penelitian Siyun Peng, Adam R. Roth, dan Brea L. Perry yang diterbitkan dalam Research on Aging pada 2026 dengan menggunakan data dari 2.603 orang untuk melihat jaringan orang yang menjadi tempat berbagi cerita serta data 35.900 orang dari American Time Use Survey untuk mengukur interaksi sosial sehari-hari. Peneliti menemukan bahwa jaringan inti untuk berbagi cerita cenderung tetap konsisten di berbagai kelompok usia, sementara interaksi sosial sehari-hari justru menurun seiring bertambahnya usia.

Karena itu, merasa memiliki circle yang lebih kecil ketika dewasa tidak selalu berarti seseorang semakin kesepian atau gagal mempertahankan pertemanan. Yang lebih penting adalah kualitas hubungan yang dipertahankan, kesempatan untuk tetap terhubung dengan orang-orang yang berarti, serta kemampuan membangun relasi baru ketika kehidupan dan kebutuhan sosial mengalami perubahan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....