Table Manner Sedari Dini, Perlu atau Tidak?
- 28 Sep 2026 22:08 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Table manner atau etika makan sering dianggap sebagai keterampilan yang baru diperlukan ketika seseorang menghadiri jamuan resmi, makan di restoran, atau mengikuti acara tertentu. Padahal, kebiasaan sederhana seperti duduk dengan baik, menggunakan alat makan, tidak berbicara ketika mulut penuh, dan menghargai orang lain di meja makan dapat diperkenalkan kepada anak sejak usia dini melalui rutinitas sehari-hari.
Pengenalan table manner sejak kecil tidak harus dilakukan dalam suasana formal dengan berbagai aturan yang sulit dipahami anak. Orang tua dapat memulainya melalui kebiasaan saat makan bersama, seperti mengajarkan anak menunggu giliran, menggunakan sendok dan garpu dengan benar, meminta sesuatu dengan sopan, serta membersihkan area makan setelah selesai.
Penelitian Letizia Caronia dan Vittoria Colla yang diterbitkan dalam jurnal Appetite pada 2024 secara khusus melihat bagaimana anak belajar mengenai sopan santun di meja makan. Penelitian tersebut menggunakan lebih dari 20 jam rekaman video interaksi makan malam keluarga di Italia dan menemukan bahwa waktu makan menjadi ruang bagi anak untuk mempelajari perilaku seperti duduk dengan benar, menggunakan alat makan, dan mengunyah dengan mulut tertutup, sekaligus belajar mengendalikan perilakunya dengan mempertimbangkan orang lain.
Kebiasaan makan bersama juga memiliki kaitan dengan perkembangan sosial dan psikologis anak, meskipun penelitian tidak berarti bahwa table manner secara langsung menyebabkan hasil perkembangan tertentu. Umbrella review yang diterbitkan pada 2023 oleh peneliti dari berbagai institusi dan merangkum 41 systematic review menemukan bahwa makan bersama keluarga lebih sering berkaitan dengan sejumlah hasil positif pada anak dan remaja, termasuk pola makan yang lebih baik, kesehatan mental dan kesejahteraan yang lebih baik, serta lebih sedikit perilaku berisiko, meskipun hasil intervensi untuk meningkatkan frekuensi makan bersama masih beragam.
Penelitian terbaru Bharathi J. Zvara, Lauren Altenburger, Sarah A. Keim, Rebecca Andridge, dan Sarah E. Anderson yang diterbitkan dalam Journal of Family Psychology pada 2026 juga memberikan gambaran mengenai pentingnya suasana saat makan. Studi observasional tersebut melibatkan 300 pasangan orang tua-anak dan menganalisis data lengkap dari 270 keluarga, dengan hasil bahwa jadwal makan keluarga yang konsisten berkaitan dengan lebih rendahnya gejala perilaku eksternalisasi pada anak usia 36 bulan, terutama ketika suasana emosional saat makan tergolong positif.
Namun, mengajarkan table manner bukan berarti anak harus selalu ditegur ketika melakukan kesalahan di meja makan atau dipaksa mengikuti standar perilaku orang dewasa. Proses belajar justru dapat dilakukan secara bertahap dengan memberikan contoh, menjelaskan alasan di balik sebuah aturan, dan memberikan apresiasi ketika anak berhasil menerapkan kebiasaan tersebut sehingga waktu makan tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Pada akhirnya, table manner sedari dini dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter dan keterampilan sosial apabila dikenalkan secara sesuai usia dan dilakukan melalui keteladanan. Tujuannya bukan membuat anak terlihat sempurna ketika makan, melainkan membangun kebiasaan menghargai makanan, orang lain, ruang bersama, serta memahami bahwa perilaku pribadi di meja makan juga menjadi bagian dari cara berinteraksi dengan lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....