Mengapa Pria Lebih Rentan Mengalami Kerontokan Rambut?

  • 12 Sep 2026 14:45 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Rambut rontok sebenarnya bisa dialami siapa saja, tetapi pria lebih sering menghadapi kerontokan berpola atau male pattern hair loss. Kondisi ini biasanya ditandai dengan garis rambut yang semakin mundur atau rambut yang menipis di bagian atas kepala.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), kerontokan rambut akibat faktor keturunan merupakan penyebab paling umum di dunia dan pada pria disebut male pattern hair loss. Kondisi tersebut berkaitan dengan faktor genetik yang membuat folikel rambut mengecil secara bertahap.

Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan juga menjelaskan bahwa faktor hormon androgen, termasuk metabolit aktifnya, berperan dalam siklus dan pertumbuhan rambut. Pada pria, pengaruh hormon androgen atau DHT menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kebotakan.

Faktor keturunan juga tidak hanya berasal dari satu sisi keluarga. Dermatolog Paradi Mirmirani, MD, FAAD, yang dikutip AAD, menjelaskan bahwa kerontokan rambut herediter dapat diwariskan dari pihak ibu, ayah, atau keduanya.

Usia juga ikut berperan karena pertumbuhan rambut dapat melambat seiring bertambahnya umur. Selain itu, Kemenkes menyebut stres, pola makan, kondisi kesehatan, obat-obatan, serta perawatan rambut tertentu juga dapat menjadi faktor yang memicu atau memperparah kerontokan.

Meski begitu, rambut rontok tidak selalu berarti seseorang akan mengalami kebotakan permanen. Penyebabnya perlu diketahui terlebih dahulu karena beberapa jenis kerontokan dapat membaik setelah faktor pemicunya ditangani.

Karena itu, pria yang mulai melihat garis rambut mundur atau penipisan rambut sebaiknya tidak langsung panik. AAD menekankan bahwa diagnosis dan penanganan lebih awal oleh dokter kulit dapat membantu memperlambat kerontokan dan meningkatkan peluang pertumbuhan kembali rambut.

Pada akhirnya, kerontokan rambut pada pria merupakan kondisi yang dipengaruhi banyak faktor, terutama genetik dan hormon. Mengenali perubahan sejak dini menjadi langkah penting agar penyebabnya dapat diperiksa dan ditangani dengan tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....