Mengenal Bothok, Kuliner Tradisional Khas Jawa

  • 12 Sep 2026 14:49 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Bothok atau botok merupakan salah satu makanan tradisional Jawa yang masih bertahan hingga sekarang. Sajian ini dikenal sederhana, tetapi punya rasa gurih dan aroma khas yang membuatnya tetap digemari.

Menurut PUI Javanologi Universitas Sebelas Maret (UNS), bothok secara tradisional dibuat dari parutan kelapa yang sudah diperas santannya. Ampas kelapa tersebut kemudian diolah kembali bersama berbagai bahan agar tidak terbuang percuma.

Bahan bothok ternyata sangat beragam, mulai dari ikan, teri, tempe, tahu, petai cina, hingga jantung pisang. Keberagaman bahan ini membuat setiap daerah atau keluarga bisa memiliki versi bothok dengan cita rasa yang berbeda.

Dalam kajian “Kuliner Tradisional Jawa dalam Serat Centhini” yang diterbitkan Balai Pelestarian Nilai Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bothok juga dicatat sebagai lauk pendamping nasi. Salah satu contohnya adalah bothok jambal yang menggunakan kelapa muda parut, ikan, serta bumbu seperti bawang, kencur, ketumbar, gula Jawa, dan cabai.

Cara memasaknya pun cukup khas dan sederhana. Bahan yang telah dicampur bumbu biasanya dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian dikukus sampai matang sehingga aromanya semakin harum.

Dwi Cahyono, arkeolog dan pemerhati sejarah kuliner yang dikutip PUI Javanologi UNS, menjelaskan bahwa bothok memiliki perbedaan dengan pepes atau brengkes dari cara pembungkusannya. Bothok umumnya dibentuk seperti geneman, sedangkan pepes atau brengkes lebih sering dibuat menyerupai gulungan.

Menariknya, bothok tidak hanya menjadi makanan rumahan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Jawa. Penelitian Mohammad Khotib Mas'ud, Safaatun Hasana, Roy Candra Saputra, dan M. Zakki Ulil Anwar dari Institut Pesantren Mathali'ul Falah juga membahas bothok sebagai kearifan lokal yang berkaitan dengan nilai kebersamaan.

Kini, bothok masih mudah ditemukan dengan berbagai inovasi bahan dan rasa. Dari makanan sederhana berbahan kelapa, bothok membuktikan bahwa kuliner tradisional bisa terus hidup mengikuti selera zaman tanpa kehilangan identitasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....